Dukung Program E10 PTPN I Uji Coba Tanam Sorgum 20 Hektare di Lampung
JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I telah menerima instruksi resmi dari pihak pemerintah guna mengakselerasi pembukaan lahan baru bagi tanaman sorgum dengan total luasan mencapai 24.000 hektare.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo menerangkan bahwa proyek strategis ini dilaksanakan dalam rangka memacu volume produksi bioetanol, yang ke depannya bakal dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk bahan bakar minyak (BBM) atau yang akrab disebut E10.
Kendati demikian, area lahan yang saat ini mulai diolah pada langkah perdana baru mencakup area seluas 20 hektare sebagai sarana uji coba proyek.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sementara masih 20 hektare. Kami coba kembangkan di Lampung. Kami coba pelajari budidayanya seperti apa karena PTPN belum pernah tanam," ungkapnya ketika menghadiri acara media gathering di Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).
Aris Handoyo mengutarakan, jika lahan percontohan tanaman sorgum seluas 20 hektare tersebut menorehkan hasil yang positif, maka area tanam bakal diperluas hingga mencapai target 24.000 hektare demi memasifkan angka produksi etanol.
Di dalam periode uji coba penanaman ini, pihak internal perusahaan juga tengah mengobservasi serta menganalisis jenis varietas tanaman apa yang paling adaptif dan cocok untuk dibudidayakan.
Dia memaparkan bahwa untuk mengimplementasikan kebijakan E10 secara nyata memang memuat sejumlah tantangan tersendiri, khususnya dalam menyelaraskan kebutuhan antara pemenuhan gula konsumsi masyarakat dengan sektor energi nasional.
Oleh karena itu, langkah mendongkrak kapasitas produksi etanol menjadi bagian krusial dalam mencukupi kedua aspek kebutuhan tersebut.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Tapi sebelumnya, gula itu kan ada dua. Satu dipakai untuk gula, satu jadi molasses. Kalau banyak molasses, etanolnya bisa banyak. Cuma karena dengan sekarang kami mau percepat E10, tentu cara yang paling mudah adalah dengan menambah luas dan meningkatkan produksi," jelas dia.
Aris Handoyo menambahkan, dalam rangka merealisasikan program nasional E10 tersebut, pihak pemerintah nantinya akan mengoptimalkan pemanfaatan kandungan etanol yang bersumber dari komoditas tebu, sorgum, serta singkong.
Ketiga varietas tanaman tersebut bakal dibudidayakan serta diproduksi dalam skala yang jauh lebih masif guna menyuplai total permintaan konsumsi di pasar domestik.
Pada saat ini, PTPN I tercatat mengelola total luas lahan tanaman tebu berkisar 120 ribu hektare yang tersebar di pelbagai wilayah Indonesia.
Untuk langkah ke depan, area operasional ini akan diekspansi kembali ke sejumlah daerah potensial, seperti wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga mencakup kawasan Takalar yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan.