IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Ilustrasi: IHSG diperkirakan menguat dengan target resistance di kisaran 6.300–6.360 pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. (Foto: NET)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:19:56 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih mempunyai celah untuk melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan Rabu (17/6/2026). Pada sesi sebelumnya, indeks sukses membukukan peningkatan sebesar 4,12 persen menuju posisi 6.254,96.

Keyakinan pasar kian meningkat sejalan dengan hadirnya pola pemulihan berbentuk V serta menyusutnya aksi lepas saham oleh investor asing. Walau sempat tercatat aksi jual bersih dengan nilai Rp 106 miliar pada Senin (15/6/2026), tekanan dari pemodal asing tersebut saat ini dianggap sudah mulai berkurang.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, berpendapat bahwa dorongan peningkatan IHSG saat ini masih relatif kokoh asalkan indeks sanggup bertumpu di atas zona penopangnya. "Kami memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.931–6.071 dengan target resistance di 6.300–6.360," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan bakal tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada angka 5,5 persen. 

Di samping itu, pasar pun ikut mengawasi langkah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang diprediksi akan kembali menahan suku bunga mereka.

Kabar baik lainnya turut datang dari ekspektasi terwujudnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang ikut memicu koreksi turun pada harga minyak global.

Situasi tersebut berpeluang meredam laju inflasi sekaligus mengokohkan posisi nilai tukar rupiah, sehingga memberikan dampak positif bagi pergerakan IHSG.

Praktisi pasar modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto, memperkirakan pergerakan IHSG akan berada pada rentang 6.188 sampai 6.400 dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan analisisnya, kemampuan indeks untuk melewati angka 6.200 merupakan indikasi awal terjadinya pembalikan arah tren.

William memberikan rekomendasi untuk saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan target harga di level Rp 1.900–Rp 2.000 per lembar saham. Ia pun turut menganjurkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan patokan target harga pada Rp 2.300–Rp 2.400 per lembar saham.

Pada sisi lain, Reza menyarankan aksi akumulasi beli untuk saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada rentang harga Rp 4.400–Rp 4.500. Sasaran harga dipatok pada level Rp 4.610–Rp 4.720 dengan menyertakan pembatasan stop loss apabila merosot ke bawah Rp 4.300.

Berikutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mendapat rekomendasi beli pada area Rp 2.650–Rp 2.700 dengan sasaran target di Rp 2.850–Rp 2.940 serta stop loss di bawah level Rp 2.550. Reza pun turut merekomendasikan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) dengan zona beli di Rp 270–Rp 276 serta sasaran harga di Rp 284–Rp 300.

Reporter: Gemilang Ramadhan