Harga CPO Melonjak Tajam Dipicu Sentimen Positif Biodiesel B50 RI

Ilustrasi CPO (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:19:56 WIB

JAKARTA – Nilai kontrak Crude Palm Oil (CPO) pada Bursa Malaysia Derivatives (BMD) meroket signifikan pada Selasa (16/6/2026), mengakhiri tren pelemahan yang sempat berlangsung selama dua sesi berturut-turut.

Sentimen positif bagi pasar ini didorong oleh rencana implementasi program mandatori biodiesel B50 di Indonesia yang dijadwalkan bergulir mulai bulan depan.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa (16/6/2026), kontrak berjangka CPO periode Juli 2026 naik 89 Ringgit Malaysia menjadi 4.501 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka Agustus 2026 ikut terangkat 88 Ringgit Malaysia ke posisi 4.539 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO September 2026 terpantau menguat 88 Ringgit Malaysia ke level 4.539 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 melonjak sebesar 92 Ringgit Malaysia menuju 4.607 Ringgit Malaysia per ton. 

Lebih lanjut, kontrak berjangka CPO November 2026 meningkat 89 Ringgit Malaysia menjadi 4.636 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak berjangka CPO Desember 2026 merangkak naik 86 Ringgit Malaysia ke posisi 4.660 Ringgit Malaysia per ton.

Melansir Tradingview, pelaku pasar menyambut baik langkah pemerintah Indonesia yang bersiap menerapkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Aturan anyar tersebut diproyeksikan akan meningkatkan konsumsi minyak sawit di pasar domestik sekaligus mengurangi kuota sisa untuk ekspor.

Trader proprietary dari perusahaan dagang Iceberg X Sdn Bhd David Ng mengungkapkan, proyeksi implementasi B50 menjadi pendorong utama yang menopang pergerakan pasar untuk jangka pendek. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Potensi penerapan program biodiesel B50 di Indonesia memberikan dukungan terhadap sentimen pasar. Selain itu, penguatan harga minyak kedelai pada perdagangan sebelumnya turut membantu kenaikan harga CPO,” kata Ng.

Tak cuma mandatori biodiesel B50, Indonesia kabarnya juga akan melaksanakan uji coba penggunaan bahan bakar bensin campuran etanol secara bertahap mulai awal Juli mendatang.

Di bursa komoditas lain, kontrak minyak sawit pada Bursa Dalian China menguat sebesar 0,56%, sedangkan kontrak minyak kedelai menyusut tipis 0,06%. Sementara di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai mencatatkan koreksi senilai 0,86%.

Mengingat sesama minyak nabati yang berkompetisi ketat di pasar global, fluktuasi harga CPO biasanya mengikuti tren komoditas penggantinya seperti minyak kedelai. 

Di balik itu, penurunan harga minyak mentah dunia masih menahan laju apresiasi CPO. Harga minyak dunia saat ini tertekan karena adanya ekspektasi redanya ketegangan dengan Iran serta pengoperasian kembali Selat Hormuz yang berpotensi meningkatkan pasokan energi dunia. 

Murahnya harga minyak mentah ini berisiko mengurangi daya tarik minyak kelapa sawit sebagai bahan mentah biodiesel, yang pada gilirannya menahan reli harga CPO.

Kendati begitu, pelemahan nilai tukar Ringgit Malaysia sebesar 0,35% terhadap dolar AS turut menyumbang stimulus positif untuk pasar. Kondisi tersebut membuat harga CPO di Malaysia terhitung lebih murah bagi pembeli luar negeri yang bertransaksi dengan valuta asing.

Semangat positif di pasar pun ditopang oleh kinerja ekspor yang memperlihatkan grafik menanjak. Data lembaga survei kargo menunjukkan jika pengapalan produk minyak sawit Malaysia selama kurun waktu 1-15 Juni merosot naik berkisar antara 9,6% hingga 23,8% dibanding masa yang sama bulan lalu. Di samping itu, Malaysia memangkas harga patokan CPO untuk masa Juli, meski kebijakan tarif bea keluar ekspor masih bertahan di level 10%.

Analis teknikal Reuters Wang Tao memproyeksikan, harga CPO berpotensi melanjutkan tren penguatannya andai mampu menembus batas resistensi di kisaran 4.527 hingga 4.547 ringgit per ton. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Jika level tersebut berhasil dilewati, harga CPO berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 4.579 Ringgit Malaysia per ton,” pungkasnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan