Transformasi Bisnis XLSmart (EXCL) Dinilai Tepat Sasaran

ILUSTRASI, Transformasi bisnis XLSmart dinilai tepat dengan strategi perluasan layanan 5G yang bertahap. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 03 Juli 2026 | 13:24:05 WIB

JAKARTA - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dipandang telah berjalan pada jalur yang benar terkait pelaksanaan transformasi bisnisnya.

Sokongan dari spektrum tambahan dipercaya bakal menguatkan perluasan layanan 5G sekaligus mendongkrak daya saing perusahaan di pasar telekomunikasi Tanah Air.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra, mengemukakan bahwa taktik perluasan 5G yang dikerjakan secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lainnya memberikan ruang bagi XLSmart untuk mengukuhkan posisinya di tengah tingginya kebutuhan layanan data.

Menurutnya, penggunaan teknologi 5G ini juga akan menaikkan tingkat efisiensi operasional karena mampu memangkas ongkos per gigabyte.

Maybank Sekuritas memandang bahwa transformasi struktural yang digulirkan oleh XLSmart menjadi salah satu daya pikat utama dari perusahaan tersebut.

Selain itu, ketersediaan dukungan jaringan tulang punggung (backbone) berskala domestik dan internasional dari para pemegang saham pengendali, dianggap sebagai nilai unggul yang mampu menopang pengembangan bisnis di masa mendatang.

Walaupun demikian, Maybank Sekuritas memutuskan untuk menurunkan target harga saham XLSmart ke level Rp3.600 per unit, turun dari yang sebelumnya berada di angka Rp4.100.

Penyesuaian angka ini diterapkan guna merefleksikan adanya pembaruan pada periode valuasi (valuation rollover).

Kendati target harga dipangkas, Maybank Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham EXCL.

Di pasar reguler pada Jumat (3/7) pukul 09.34 WIB, saham EXCL diperdagangkan pada angka Rp2.490 per unit, atau menguat 2,90 persen secara harian. Akan tetapi, di sepanjang tahun 2026, pergerakan saham EXCL tercatat jatuh 33,87 persen, sejalan dengan pelemahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan.

Sebelumnya, EXCL telah menetapkan keputusan untuk tidak membagikan dividen dari tahun buku 2025. Langkah strategis ini diambil usai perusahaan memperoleh persetujuan dari para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Direktur & Chief Financial Officer XLSMART, Antony Susilo, menyatakan bahwa absennya perusahaan dalam membagikan dividen dikarenakan perusahaan masih membukukan kerugian pada laporan tahun buku 2025.

XLSMART mencatatkan angka kerugian yang mencapai Rp4,4 triliun pada tahun buku 2025. Nominal kerugian ini terbilang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan catatan pada sembilan bulan pertama tahun 2025 yang hanya berkisar di angka Rp2,6 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami tahu bahwa di peraturan perundangan itu bahwa kalau perusahaan mengalami kerugian maka perusahaan tersebut tidak boleh memberikan dividen. Nah di tahun 2025, XLSMART itu di bukunya mencatatkan kerugian, makanya tahun 2026 ini kami tidak bisa memberikan dividen," ujarnya dalam konferensi pers RUPST EXCL di Jakarta, Rabu (20/5).

Reporter: Gemilang Ramadhan