Minyak Brent Turun 0,7 Persen dalam Sepekan Efek Damai AS-Iran

ILUSTRASI, Harga minyak Brent turun 0,7 persen sepekan akibat perkembangan damai AS-Iran. (Sumber Gambar : Net)
Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33:30 WIB

LONDON – Nilai jual minyak mencatat penguatan tipis saat penutupan perdagangan akhir pekan, yang menyebabkan pergerakan harga cenderung landai sepanjang minggu ini. Kondisi tersebut terjadi karena pelaku pasar masih optimis terhadap progres diplomasi yang sedang berlangsung untuk menciptakan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada Jumat (3/7/2026), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 ditutup naik 32 sen atau 0,44% menjadi US$ 72,12 per barel. 

Di sisi lain, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tidak memiliki posisi penutupan karena pasar di Amerika Serikat sedang tutup dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan pada 4 Juli 2026. Dengan hasil tersebut, harga Brent mencatatkan penurunan sebesar 0,7% selama satu minggu terakhir.

Pada Kamis (2/7/2026), kedua harga acuan minyak tersebut sempat berada di titik terendah sejak sebelum terjadinya konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari.

Analis dari Commerzbank menyatakan bahwa optimisme investor mengenai pemulihan operasional pelayaran di Selat Hormuz didukung oleh berjalannya dialog damai antara pihak AS dan Iran.

"Proses pembuatan kesepakatan AS-Iran tetap rapuh tetapi berlanjut untuk saat ini, karena pertanyaan tentang tarif dan administrasi Selat Hormuz tetap kontroversial," sebagaimana dilansir dari berita sumber, tulis analis Citi pada hari Jumat.

"Kami memperkirakan MoU (nota kesepahaman) akan tetap berlaku, bukan karena kepercayaan tiba-tiba muncul, tetapi karena insentif untuk membatalkannya sangat rendah bagi kedua belah pihak," kata analis Citi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejumlah aktivitas pelayaran dilaporkan kembali beroperasi melalui Selat Hormuz, sesuai dengan poin kesepakatan awal antara AS dan Iran. 

Namun, faktor risiko ketidakpastian dinilai masih tinggi setelah kedua belah pihak terlibat aksi saling serang akhir pekan lalu akibat buntut dari gempuran Iran terhadap armada kapal kargo.

Dibayangi oleh prospek kelancaran distribusi volume minyak yang lebih besar, produsen di kawasan Teluk mulai memacu produksi mereka. Berdasarkan hasil riset survei Reuters, volume produksi OPEC pada Juni mengalami peningkatan sebesar 3,3 juta barel per hari secara bulanan.

Total produksi minyak Kuwait melonjak tajam hingga mencapai 1,65 juta barel per hari pada Juni, naik dari posisi 580.000 barel per hari pada Mei, menurut keterangan sumber yang memahami masalah tersebut kepada Reuters pada hari Kamis.

Minimal lima armada kapal tanker raksasa yang membawa total 10 juta barel minyak milik Arab Saudi dilaporkan telah berlayar keluar dari Selat Hormuz. 

Selain itu, korporasi Saudi Aramco terpantau mengalihkan sistem transaksi menuju penetapan harga spot dari sebelumnya berbasis kontrak jangka panjang demi mengonversi penjualan secara cepat di pasar Asia, berdasarkan data pengiriman dan keterangan sumber perdagangan.

"Secara keseluruhan, pemulihan pasokan di Timur Tengah melampaui ekspektasi awal kami sementara permintaan impor yang tertekan oleh Tiongkok tetap lemah," kata Rory Johnston, pendiri buletin Commodity Context, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Seiring dengan kian melimpahnya ketersediaan suplai di pasar, struktur perdagangan minyak telah bergeser dari kondisi backwardation menjadi contango, yang merefleksikan berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar atas risiko kelangkaan stok di masa depan.

Minyak mentah jenis Brent untuk opsi pengiriman langsung ditransaksikan pada minggu ini di bawah nilai kontrak untuk pengiriman hingga periode enam bulan ke depan. 

Situasi ini menjadi indikasi terbaru bahwa percepatan pengapalan melalui Selat Hormuz telah memicu terjadinya surplus pasokan dalam jangka pendek.

Reporter: Gemilang Ramadhan