Tuntaskan Private Placement, Geoprima Solusi Fokus Ekspansi Bisnis

ILUSTRASI, PT Geoprima Solusi Tbk menyelesaikan private placement dengan perolehan dana Rp28,46 miliar. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 14:28:48 WIB

JAKARTA – PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) telah merampungkan eksekusi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Melalui langkah korporasi tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp28,46 miliar.

Seluruh saham baru tersebut diambil alih sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), yang berperan sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru serta bagian dari jaringan usaha Tjokro Group. 

Sebanyak 66,67 miliar saham baru diterbitkan dalam PMTHMETD ini dengan harga pelaksanaan Rp427 per saham.

Aksi ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (22/6/2026). Distribusi saham baru kepada PIMSF telah dilaksanakan pada 3 Juli, disusul dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro, menyampaikan bahwa bergabungnya PIMSF dan Tjokro Group memberikan perubahan arah serta model bisnis yang berarti bagi GPSO. 

Demi menyelaraskan langkah dengan ekosistem bisnis pengendali baru, perseroan juga telah meresmikan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Perubahan KBLI dilakukan sejalan dengan perubahan pemegang saham pengendali perseroan, yaitu PT PIMSF Pulogadung yang merupakan afiliasi dari Tjokro Group. Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group," ujar Dionysius, Senin (6/7/2026).

Penyesuaian ini mencakup penambahan tiga lini KBLI, yaitu KBLI 70209 terkait aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, KBLI 46591 mengenai perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan beserta suku cadang, serta KBLI 68129 terkait aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri atau sewa.

Meskipun merambah sektor baru, Dionysius menekankan bahwa GPSO tetap menjaga lini bisnis utamanya, yakni KBLI 46599 yang meliputi perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya. 

Bisnis alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran yang menjadi fokus perseroan sebelumnya pun akan tetap dipertahankan.

Terkait penambahan KBLI 68129 (real estate), pihak manajemen menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendukung rencana korporasi ke depan, yaitu pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai Rp78 miliar. 

Proyeksi tersebut telah dimasukkan ke dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun 2026.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan," katanya.

Mengenai kinerja di semester kedua tahun ini, manajemen mengakui bahwa pada kuartal III-2026, perseroan masih menjalani proses penyesuaian administratif dan operasional setelah akuisisi. 

Walau demikian, dengan selesainya perubahan KBLI dan masuknya modal baru, manajemen meyakini pertumbuhan pendapatan serta laba perseroan akan meningkat secara bertahap di periode mendatang.

Reporter: Gemilang Ramadhan