Tren Positif Bisnis Wholesale Perbankan lewat Digitalisasi

ILUSTRASI, Pengguna Bale Korpora BTN tumbuh 32 persen menjadi lebih dari 25.000 perusahaan pada Mei 2026. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 15:20:42 WIB

JAKARTA – Perbankan pelat merah kini semakin memprioritaskan pengembangan aplikasi terintegrasi sebagai strategi utama dalam mengakselerasi bisnis wholesale. Digitalisasi menjadi kunci dalam menjaring nasabah korporasi, terlebih tren penyaluran kredit untuk segmen ini masih menunjukkan grafik positif hingga April 2026. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan kredit korporasi sebesar 15,51 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Angka ini meningkat dari posisi Maret 2026 yang berada di level 14,88 persen yoy.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi salah satu lembaga yang terus menyempurnakan layanan digital wholesale melalui platform Bale Korpora. 

Hingga Mei 2026, platform tersebut mencatat lonjakan transaksi dan jumlah pengguna seiring dengan meningkatnya adaptasi teknologi oleh klien korporasi.

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, mengungkapkan bahwa sampai Mei 2026, Bale Korpora telah dipakai oleh lebih dari 25.000 perusahaan, tumbuh 32 persen secara tahunan. 

Untuk aktivitas transaksi, Bale Korpora membukukan volume senilai Rp153 triliun atau naik 81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN, sekaligus menegaskan Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama dalam pengelolaan transaksi keuangan perusahaan secara lebih efisien dan terintegrasi," ujar Helmy, Jumat (3/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Helmy menambahkan, Bale Korpora tidak sekadar beroperasi sebagai platform transaksi digital, tetapi berfungsi sebagai instrumen kunci untuk memperkokoh struktur pendanaan perseroan. 

Menurutnya, kenaikan dana murah (CASA) melalui platform tersebut memberikan fleksibilitas bagi BTN dalam menyalurkan kredit dengan biaya dana yang lebih kompetitif serta menjaga kesehatan margin. "Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia optimistis peluang pembiayaan korporasi masih sangat terbuka luas, utamanya pada sektor-sektor yang menjadi keunggulan BTN seperti industri pendukung properti (property-related industries) serta sektor strategis lainnya dalam ekosistem bisnis nasabah. 

Mengacu pada tren tersebut, BTN menargetkan jumlah pengguna Bale Korpora menembus angka 30.000 perusahaan hingga akhir 2026. Sementara itu, volume transaksi diproyeksikan tumbuh 20 persen hingga 25 persen dibanding posisi akhir Desember 2025. "Target ini mencerminkan optimisme kami terhadap semakin meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan real time," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk merealisasikan target tersebut, BTN menjalankan strategi perluasan akuisisi pengguna, baik dengan menjaring nasabah baru maupun mengoptimalkan penggunaan layanan bagi nasabah lama. BTN juga menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dengan mempererat relasi bisnis dari rantai industri hulu hingga hilir. 

Ke depannya, Bale Korpora akan dikembangkan menjadi platform wholesale banking yang komprehensif, mencakup layanan trade finance, supply chain financing, bank garansi, hingga transaksi treasury seperti foreign exchange (FX). "Melalui pengembangan tersebut, kami ingin menjadikan Bale Korpora sebagai one-stop wholesale banking platform yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," tutup Helmy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga gencar memperkuat layanan digital wholesale mereka melalui platform BEWIZE by BSI. 

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menyampaikan bahwa saat ini BEWIZE telah digunakan lebih dari 47.000 pengguna, dengan peningkatan 34 persen secara tahunan. Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, volume transaksi di BEWIZE juga naik 46 persen secara tahunan. 

Menurut Wisnu, peningkatan ini mencerminkan tingginya adaptasi layanan digital serta memperkuat kontribusi segmen wholesale terhadap ekspansi bisnis BSI. "Capaian ini didorong oleh kemudahan layanan yang terintegrasi dalam satu platform dengan konsep single sign on, termasuk layanan cash management, digital value chain, dan foreign exchange," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BSI meyakini bahwa peningkatan kapasitas teknologi informasi akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan bisnis wholesale sekaligus mendukung target perseroan untuk mencapai 40 juta nasabah dalam beberapa tahun mendatang.

Reporter: Gemilang Ramadhan