PTPN Group Targetkan Investasi 140 Triliun untuk Hilirisasi Energi

ILUSTRASI, PTPN Group menargetkan investasi Rp140 triliun untuk ekspansi hilirisasi energi dan pangan hingga 2030. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:43:37 WIB

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group tengah membidik kebutuhan modal mencapai 140 triliun rupiah guna mendanai target ekspansi di bidang pangan dan energi selama 5 tahun ke depan. Plt. Direktur Utama PTPN III, Iswahyudi, menjelaskan bahwa dana belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut akan digunakan untuk program ekstensifikasi lahan serta pembangunan fasilitas hilirisasi baru.

“Hitung-hitungan sementara kami untuk bisa merealisasikan ini di 5 tahun ke depan, kami butuh capex kurang lebih sebesar Rp140 triliun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini, PTPN Group sedang mengajukan perluasan status Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada pemerintah. 

Status tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi regulasi, tata kelola, dan skema pembiayaan jangka panjang, termasuk potensi pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sesuai rencana kerja, investasi tersebut akan dialokasikan untuk menambah 270.000 hektare lahan sawit dan 500.000 hektare lahan tebu hingga 2030.

PTPN juga merambah komoditas baru dengan target penanaman 104.000 hektare singkong, 200.000 hektare kedelai, 24.000 hektare bawang putih, serta 4.200 hektare jagung. Di sektor hilir, dana tersebut akan digunakan untuk membangun tiga pabrik gula baru serta infrastruktur energi hijau. 

PTPN menjadwalkan pembangunan 10 pabrik bioetanol baru dari pengolahan tebu, singkong, dan jagung, selain pengembangan fasilitas biodiesel dan compressed biogas (CBG).

Ekspansi ini dilakukan di tengah tren kinerja perusahaan yang positif. Pada 2025, PTPN Group mencatatkan kenaikan penjualan 9% menjadi 59,3 triliun rupiah dengan laba bersih mencapai 6,4 triliun rupiah atau melonjak 81% secara tahunan. 

Peningkatan performa ini didorong oleh kenaikan harga komoditas utama, khususnya minyak sawit mentah (CPO), serta kenaikan produktivitas pada berbagai lini usaha.

Perseroan mencatat harga jual riil CPO sepanjang 2025 mencapai 14.222 rupiah per kilogram, atau 21% di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar 11.749 rupiah per kilogram. 

Selain itu, harga jual palm kernel oil (PKO) melesat ke posisi 25.071 rupiah per kilogram, atau sekitar 98% di atas target awal. Kelapa sawit tetap menjadi penyumbang utama pendapatan grup sebesar 75%, diikuti komoditas gula 13%, karet 7,1%, teh 1,4%, dan komoditas lainnya 3,4%.

Dari sisi finansial lainnya, EBITDA PTPN Group mencapai 15,37 triliun rupiah atau tumbuh 24% secara tahunan (year on year). Total aset perusahaan meningkat 5% menjadi 158,25 triliun rupiah, ekuitas menguat ke 80,83 triliun rupiah, dan liabilitas tercatat sebesar 77,42 triliun rupiah.

Reporter: Gemilang Ramadhan