IPO Inaco dan JECX Final, Siap Masuk Bursa Efek Indonesia

ILUSTRASI, PT Niramas Utama dan PT Nitrasanata Dharma siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:43:37 WIB

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk. (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) dijadwalkan akan melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026), setelah menyelesaikan rangkaian penawaran umum perdana saham (IPO).

JELI, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek Inaco, menetapkan harga IPO senilai Rp900 per saham, yang berada di batas bawah kisaran penawaran awal Rp900—Rp1.120. 

Perseroan melepas 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO, dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp315 miliar.

Direktur Utama Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menyampaikan bahwa dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). 

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi gummy candy di Pasuruan, Jawa Timur, guna memperkuat penetrasi di segmen permen kenyal yang memiliki prospek ekspor. 

Selain itu, dana IPO juga akan digunakan untuk pengembangan produk baru, termasuk minuman fungsional dan merek baru, serta modal kerja.

"Kami melakukan revieu terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian kami lakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang kami hentikan dan langkah tersebut justru memberikan dampak positif terhadap struktur kinerja perseroan menjelang IPO," ujar Adhi dalam keterangan resmi baru-baru ini, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah efisiensi tersebut tampak pada kinerja perseroan. Pada 2025, laba bersih JELI melonjak 208,93% secara tahunan menjadi Rp38,37 miliar, meskipun pendapatan terkoreksi 4,49% menjadi Rp753,05 miliar.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar 28,14% dan return on equity (ROE) mencapai 26,82%.

Di sisi lain, emiten pengelola jaringan Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC), JECX, menetapkan harga IPO sebesar Rp1.250 per saham, yang berada di kisaran bawah bookbuilding Rp1.200—Rp1.400.

Nitrasanata Dharma menawarkan total 487,98 juta saham, yang terdiri atas 325,32 juta saham baru dan 162,66 juta saham divestasi, sehingga nilai keseluruhan penawaran mencapai sekitar Rp609,98 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp406,65 miliar merupakan dana yang masuk ke kas perseroan dari penerbitan saham baru.

Berdasarkan prospektus, sekitar 72,6 persen dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), terutama pembangunan gedung baru JEC Kedoya serta pengadaan alat kesehatan dan fasilitas penunjang. 

Sisanya, sekitar 27,4 persen, akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung operasional, termasuk pembelian obat-obatan dan alat kesehatan habis pakai.

IPO JECX turut menyedot perhatian karena melibatkan Grup Emtek sebagai pemegang saham strategis melalui PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME).

Pasca-IPO, SAME akan menguasai sekitar 25,2 persen saham JECX. Melalui kepemilikannya di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Grup Emtek, pengusaha Eddy Sariaatmadja dan Anthoni Salim juga memiliki eksposur terhadap emiten rumah sakit mata tersebut. 

Saat ini, JECX mengoperasikan 5 rumah sakit khusus mata dan 11 klinik mata di berbagai daerah. Perseroan berharap dana IPO dapat mempercepat ekspansi jaringan layanan kesehatan mata, didukung sinergi dengan EMC Healthcare serta akses pendanaan yang lebih luas dari pasar modal.

Reporter: Gemilang Ramadhan