Dividen Mayora 2026, Jogi Hendra Atmadja Terima 338,62 Miliar Rupiah

ILUSTRASI, Jogi Hendra Atmadja menerima dividen sebesar Rp338,62 miliar dari PT Mayora Indah Tbk tahun buku 2025. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:43:37 WIB

JAKARTA - Salah satu konglomerat tanah air, Jogi Hendra Atmadja, dipastikan memperoleh aliran dividen untuk tahun buku 2025 dari PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Mengacu pada catatan daftar pemegang efek per akhir Mei 2026, pendiri sekaligus pemegang saham individu terbesar di Mayora Indah tersebut menguasai 5,64 miliar (5.643.777.700) lembar saham MYOR, yang mencerminkan kepemilikan sebesar 25,24%. 

Dengan asumsi porsi kepemilikan yang tetap, Jogi Hendra Atmadja diproyeksikan mengantongi dividen tunai sekitar Rp338,62 miliar dari emiten produsen permen Kopiko itu pada 2026. Pembagian dividen MYOR tersebut dijadwalkan cair pada Selasa (7/7/2026).

Perlu diketahui, Mayora Indah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai total Rp1,32 triliun, atau Rp60 per lembar saham. 

Direktur MYOR, Wardhana Atmadja, menyebutkan bahwa perseroan memberikan dividen sebesar Rp60 per saham setelah berhasil menjaga kinerja yang tetap solid sepanjang 2025 di tengah fluktuasi harga komoditas global. 

Menurutnya, meskipun harga kopi dan kakao melambung, Mayora sanggup mencatatkan penjualan sebesar Rp38,68 triliun pada 2025, naik dari angka Rp36,07 triliun pada periode sebelumnya.

"Oleh karena itu para pemegang saham menyetujui penggunaan keuntungan tahun buku 2025 dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham," ujar Wardhana, sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kamis (4/6/2026).

Menghadapi 2026, perusahaan merasa optimistis profitabilitas akan meningkat seiring penurunan harga kopi dan kakao global. 

Perseroan juga memandang prospek industri makanan dan minuman tetap cerah, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang stabil serta permintaan ekspor yang terus terjaga. 

"Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri," pungkas Wardhana, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jadwal Pembayaran Dividen Mayora (MYOR):

Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 12 Juni 2026

Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 15 Juni 2026

Cum Dividen Pasar Tunai: 17 Juni 2026

Ex Dividen Pasar Tunai: 18 Juni 2026

Tanggal Pembayaran Dividen: 7 Juli 2026

Profil Jogi Hendra Atmadja 

Jogi termasuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2024 versi Forbes, dengan total kekayaan mencapai US$4,4 miliar. Sebagian besar asetnya bersumber dari kepemilikan saham di Mayora Indah yang ia rintis pada 1977. 

Menariknya, pria ini memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, berbeda dari jalur bisnis yang umumnya ditempuh para miliarder lain. 

Usai merampungkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jogi memilih beralih ke dunia usaha. Langkah itu tidak terlepas dari latar belakang keluarganya yang sudah terbiasa berbisnis biskuit rumahan.

Bersama Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia, Jogi kemudian membangun PT Mayora Indah pada 17 Februari 1977 di Jakarta. Berdasarkan situs resmi Mayora, fasilitas produksi pertama perusahaan berdiri di Tangerang, Banten. 

Sejak perusahaan berdiri, Jogi memegang jabatan komisaris utama. Di luar Mayora Indah, Jogi juga tercatat sebagai komisaris utama di PT Torabika Eka Semesta, PT Kakao Mas Gemilang, serta PT Tunita Branindo.

Salah satu produk perdana yang mengenalkan Mayora kepada publik Indonesia adalah biskuit Roma Kelapa yang berjaya pada dekade 1970-an. Roma Kelapa menjadi produk yang disukai masyarakat dan berkompetisi dengan biskuit Khong Guan yang telah hadir lebih dulu di pasar. 

Sesudah sukses dengan Roma Kelapa, Mayora terus berekspansi dengan merilis Kopiko pada 1980. Kopiko menjadi permen kopi perdana di Indonesia dan sukses menyita perhatian konsumen. 

Di bawah kendali Jogi, Mayora terus meluncurkan ragam produk baru, seperti Torabika, Astor, hingga Energen, yang selalu disertai slogan "Satu Lagi dari Mayora". Jogi kemudian membawa Mayora mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana (IPO). Mayora resmi menjadi perusahaan publik pada 1990 dengan tujuan melebarkan sayap pasar di kawasan ASEAN.

Reporter: Gemilang Ramadhan