Strategi Bank Mandiri Dorong Penyaluran Kredit di Tahun 2026

ILUSTRASI, Bank Mandiri mencatat realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 1.580 triliun hingga Mei 2026. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:43:37 WIB

JAKARTA – Bank Mandiri memproyeksikan bahwa penyaluran kredit hingga penghujung tahun 2026 akan terus didukung oleh berbagai sektor produktif. Sektor-sektor tersebut mencakup hilirisasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beragam kegiatan usaha yang mampu memicu investasi dan pembukaan lapangan kerja baru. Sampai dengan Mei 2026, Bank Mandiri telah mencatatkan realisasi kredit mencapai Rp 1.580 triliun, angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 20,6 persen secara tahunan.

"Bank Mandiri terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan secara selektif ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan positif dan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun demikian, pihak bank tidak secara khusus membatasi penyaluran pada sektor tertentu dan tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. "Setiap keputusan pembiayaan dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan profil risiko, kelayakan usaha, tata kelola, serta kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kredit perbankan secara nasional tumbuh 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dari 9,98 persen pada April 2026. 

Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit investasi yang naik 21,95 persen yoy, kredit modal kerja sebesar 8,09 persen yoy, serta kredit konsumsi sejumlah 5,89 persen yoy. BI sendiri tetap menjaga proyeksi pertumbuhan kredit sepanjang 2026 di rentang 8 persen–12 persen.

Catatan BI juga memperlihatkan bahwa kenaikan kredit modal kerja terutama didukung oleh sektor pertambangan, penggalian, serta industri pengolahan. 

Sementara itu, pertumbuhan kredit investasi didominasi oleh sektor jasa keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi.

Reporter: Gemilang Ramadhan