IPO Niramas Utama (JELI) Disambut Antusias, Oversubscribed 273,37 Kali

ILUSTRASI, Produk PT Niramas Utama Tbk (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:46:56 WIB

JAKARTA – Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Niramas Utama Tbk. (JELI) mendapatkan antusiasme besar dari para investor. IPO produsen makanan serta minuman berbahan dasar kelapa dengan merek INACO ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai 273,37 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling). Niramas Utama resmi memulai perdagangan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa (7/7/2026).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, berdasarkan informasi resmi perseroan, total investor yang melakukan pemesanan saham JELI selama periode penawaran umum menyentuh 630.491 pihak. 

Dalam aksi IPO tersebut, Niramas Utama melepas 266 juta saham baru, atau setara 21,01% dari modal disetor serta ditempatkan penuh setelah penawaran umum. 

Perseroan mematok harga penawaran Rp900 per saham, yang berada di batas bawah dari kisaran harga awal Rp900-Rp1.120 per saham. 

Melalui langkah korporasi ini, PT Niramas Utama Tbk. mengantongi dana sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi. Pada sesi perdagangan perdana, saham JELI dibuka tepat pada harga Rp900 per saham.

Direktur PT Niramas Utama Tbk. Adhi S. Lukman menyatakan bahwa pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi tonggak bersejarah bagi perseroan guna melangkah ke tahap baru sebagai perusahaan terbuka. "Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini," ujar Adhi dalam pernyataan resmi, Selasa (7/7/2026).

Dana yang diperoleh dari IPO akan dipakai untuk menopang strategi ekspansi perseroan. Sebanyak 56,7% dana dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada entitas anak, PT NPS, untuk belanja modal guna mendongkrak kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly

Berikutnya, sekitar 10,04% akan dimanfaatkan untuk belanja modal berupa pembelian peralatan produksi dan mesin, termasuk peningkatan efisiensi logistik serta kapasitas gudang.

Sebanyak 10,9% digunakan untuk melunasi sebagian utang jangka pendek, sementara sisa sekitar 22,36% dipakai untuk modal kerja.

Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai bahwa pencatatan saham INACO menjadi awal babak pertumbuhan baru perseroan di pasar modal. 

Menurutnya, fondasi bisnis yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade, strategi ekspansi yang terukur, serta peningkatan profitabilitas menjadi bekal utama bagi perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Profil JELI, PT Niramas Utama Tbk. adalah produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO yang telah berkiprah selama lebih dari 30 tahun. 

Merujuk laporan keuangan 2025, perseroan mencatatkan penjualan senilai Rp753,05 miliar. Meskipun penjualan mengalami penyesuaian dalam dua tahun terakhir, perseroan berhasil menggenjot profitabilitas melalui efisiensi operasional, optimalisasi biaya bahan baku, serta pengembangan portofolio produk dengan margin yang lebih tinggi. 

Saat ini, PT Niramas Utama Tbk. mempunyai fasilitas produksi di Pontianak, Bekasi, Pandaan, dan Sukabumi. Produk-produknya telah menjangkau berbagai pasar mancanegara, seperti Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan Australia, sebagai bagian dari upaya ekspansi global.

Reporter: Gemilang Ramadhan