Saham JECX Resmi Listing Hari Ini Usai IPO Oversubscribed 62,5 Kali
JAKARTA – Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menerima respons antusias dari kalangan investor. Emiten pengelola jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat.
Nitrasanata Dharma secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Selasa (7/7/2026). Berdasarkan keterangan resmi perseroan, total investor yang memesan saham JECX selama masa penawaran umum mencapai 555.699 pihak.
Dalam aksi korporasi tersebut, Nitrasanata Dharma melepas sebanyak 487.983.500 saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp1.250 per saham.
Saham yang ditawarkan mencakup 325.322.300 saham baru (10 persen) dan 162.661.200 saham divestasi milik DR. Dr. Waldensius Girsang, Sp.M(K) (5 persen).
Melalui IPO ini, perseroan menghimpun dana senilai Rp609,98 miliar, yang terdiri atas Rp406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari pelepasan saham divestasi. Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar PT Nitrasanata Dharma Tbk. saat pencatatan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk. DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), menyatakan bahwa tingginya minat investor merupakan sinyal positif bagi prospek pertumbuhan perseroan di industri kesehatan mata.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk. dapat berjalan lancar hingga perseroan resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Melalui IPO ini, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience," ujar Johan sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Dana dari penerbitan saham baru akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan lewat pelunasan sebagian utang perbankan, mendukung ekspansi entitas anak, serta modal kerja.
Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, sebagai klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk menggarap potensi medical tourism di Indonesia.
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. selaku penjamin pelaksana emisi efek, David Agus, menilai langkah IPO JECX merupakan strategi kunci untuk mengokohkan pertumbuhan jangka panjang.
Menurutnya, rekam jejak JEC yang beroperasi lebih dari 40 tahun, didukung jaringan rumah sakit dan klinik yang ekspansif, menjadi fondasi kuat perseroan dalam menangkap peluang industri kesehatan mata di Indonesia.
Profil JECX
PT Nitrasanata Dharma Tbk. adalah pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics yang dirintis dari Klinik Mata Jakarta pada 1984 dan berevolusi menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Kini, perseroan mengoperasikan lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Perseroan menawarkan layanan kesehatan mata komprehensif, mulai dari kornea, retina, glaukoma, mata anak, bedah refraktif, hingga okuloplasti.
Selain terus mengembangkan layanan digital dan memperkuat standar tata kelola serta mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022 untuk keamanan informasi, PT Nitrasanata Dharma Tbk. tengah menjalani proses sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, menyusul RS Mata JEC @ Kedoya yang telah terakreditasi JCI sejak 2014.