Strategi Bank Mandiri Pertahankan Biaya Dana 1,9 Persen Tahun Ini
JAKARTA – Bank Mandiri meyakini mampu mempertahankan biaya dana atau cost of fund (CoF) di tengah kondisi suku bunga yang tinggi. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 1 persen sejak awal tahun menjadi 5,75 persen.
Terkait penetapan suku bunga, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan menyesuaikan dengan mekanisme pasar yang berlaku.
“Kami lihat nanti apakah BI Rate itu memicu kenaikan suku bunga atau tidak. Kan kami ada asset liability committee, kami lagi mengkaji terus. Dan itu dinamis,” ujar Riduan saat ditemui di Jakarta, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurutnya, penyesuaian suku bunga adalah hal lumrah dalam industri perbankan. Akan tetapi, transmisi dari penyesuaian suku bunga acuan bank sentral biasanya baru akan terlihat setelah kebijakan tersebut berjalan selama tiga bulan.
Meskipun demikian, Riduan mengakui bahwa saat ini biaya dana di industri perbankan mulai menunjukkan indikasi kenaikan, yang tercermin dari meningkatnya suku bunga deposito di level industri.
Walau begitu, Bank Mandiri menargetkan biaya dana tetap terjaga pada angka rendah sebesar 1,9 persen hingga penutupan tahun. “Dijaga di 1,9 persen. Mudah-mudahan sampai akhir tahun,” ungkap Riduan.
Hingga kuartal I-2026, posisi biaya dana Bank Mandiri berada di angka 1,97 persen, yang menunjukkan penurunan dibandingkan posisi 2,15 persen pada kuartal sebelumnya.
Secara rinci, biaya dana paling tinggi masih berasal dari deposito sebesar 3,96 persen, mengalami penurunan tipis dari 4 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, biaya dana untuk giro dan tabungan masing-masing tercatat di level 1,83 persen dan 0,34 persen, turun dari sebelumnya yang berada di posisi 2,22 persen dan 0,4 persen.