KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Sebanyak 251,91 Miliar

ILUSTRASI, PT Krakatau Steel resmi melepas seluruh sahamnya di Krakatau Osaka Steel senilai Rp251,91 miliar kepada Osaka Steel Co. Ltd. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 14:33:54 WIB

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) telah menuntaskan pengalihan seluruh porsi sahamnya dalam PT Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada Osaka Steel Co. Ltd. (OSC) per tanggal 29 Juni 2026.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Krakatau Steel melepas 14.000 lembar saham seri B di KOS kepada OSC. 

Kepemilikan saham tersebut mencakup 20% dari total hak suara KOS dan 14% dari keseluruhan saham yang ditempatkan serta disetor penuh dalam perusahaan itu.

Melalui transaksi ini, OSC berkewajiban menyetorkan dana pembelian saham senilai US$14 juta atau setara dengan Rp251,91 miliar kepada Krakatau Steel. Pihak perseroan menyatakan bahwa nilai transaksi tersebut sudah dilunasi oleh OSC tepat pada hari penandatanganan akta jual beli saham.

"Terhitung sejak Tanggal Kejadian, Pengalihan Saham telah menjadi efektif dan karenanya seluruh saham milik Perseroan dalam KOS telah sepenuhnya beralih kepada OSC," sebagaimana dilansir dari berita sumber, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/7/2026).

Menyusul kabar ini, harga saham KRAS mengalami penguatan 3,52 persen menjadi Rp206 pada sesi perdagangan Senin (6/7/2026), dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp3,99 triliun.

Sebelumnya, PT Krakatau Osaka Steel dilaporkan telah menghentikan kegiatan operasionalnya dan melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Momen perpisahan para pekerja sempat diabadikan dalam suasana emosional dan tersebar luas di media sosial.

Di sisi lain, pemerintah telah membenarkan kabar penghentian operasional PT Krakatau Osaka Steel. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan bahwa langkah tersebut dipicu oleh kondisi finansial perusahaan induk yang berbasis di Jepang.

"Oh iya, sudah (dapat kabar penutupan PT Krakatau Osaka Steel)," kata Faisol sebagaimana dilansir dari berita sumber saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Faisol memaparkan bahwa Krakatau Osaka Steel sedang mengalami kendala keuangan yang membuat perusahaan kesulitan bersaing di pasar industri baja global.

Sebagai informasi, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan antara Osaka Steel Co., Ltd. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang didirikan pada tahun 2012 dan mulai beroperasi pada 2016. 

Pabrik yang berdiri di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, itu memiliki nilai investasi sekitar US$ 200 juta dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu ton per tahun dan mempekerjakan sekitar 170 orang tenaga kerja.

Reporter: Gemilang Ramadhan