Usai IPO di BEI, Nitrasanata Dharma Pasang Target Laba 320 Miliar Rupiah

ILUSTRASI, PT Nitrasanata Dharma resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan target laba bersih Rp320 miliar pada 2026. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:22:21 WIB

JAKARTA – Emiten di sektor kesehatan, PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), memasang target pendapatan mencapai 1 triliun rupiah dan laba bersih sebesar 320 miliar rupiah sepanjang tahun 2026 setelah secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Keuangan Nitrasanata Dharma, Budi Djatmiko, mengutarakan bahwa perusahaan yang mengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics ini percaya diri dapat memenuhi target top line maupun bottom line dengan mengutamakan efisiensi operasional.

"Kami masih optimistis [pendapatan] mencapai Rp900 miliar sampai Rp1 triliun masih bisa dicapai. Untuk laba bersih kurang lebih sekitar Rp320 miliar. Ini tergantung dari bagaimana kami memonitor dan mengawasi cost itu sendiri,” ujar Budi sebagaimana dilansir dari berita sumber saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Budi memaparkan bahwa sektor layanan kesehatan saat ini menuntut penyesuaian strategi operasional yang konstan demi merespons kondisi ekonomi. 

Karena itu, JECX melakukan evaluasi berkala terhadap strategi bisnis, kebijakan operasional, serta program layanan agar jumlah kunjungan pasien tetap terjaga. 

Selain itu, perusahaan terus memantau target jumlah pasien di tengah perilaku konsumen yang berubah-ubah dalam menjalani tindakan medis.

"Ada kemungkinan pasien itu misalnya menahan sedikit [tindakan medis], baru nanti tahun depan direalisasikan, tetapi pemeriksaannya dikejar tahun ini. Hal ini yang memengaruhi kenaikan atau penurunan kinerja keuangan," kata Budi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, realisasi laba bersih perusahaan memiliki potensi fluktuasi sekitar 10 persen dari target yang dicanangkan. Pergeseran tersebut utamanya dipicu oleh faktor eksternal, khususnya tekanan biaya operasional. 

Menurut Budi, tekanan biaya hingga saat ini masih berasal dari pemasok alat kesehatan serta kebutuhan medis, yang mana para vendor sedang menghadapi kenaikan biaya produksi karena terbatasnya pasokan bahan baku di pasar global.

Sebagai informasi, JECX mematok harga initial public offering (IPO) sebesar 1.250 rupiah per saham, yang berada di kisaran bawah dari rentang bookbuilding 1.200 - 1.400 rupiah. 

Perusahaan menawarkan total 487,98 juta saham, yang mencakup 325,32 juta saham baru serta 162,66 juta saham divestasi. Dengan skema ini, total nilai penawaran mencapai sekitar 609,98 miliar rupiah, dengan perolehan dana dari penerbitan saham baru yang masuk ke kas perusahaan sebesar 406,65 miliar rupiah.

Reporter: Gemilang Ramadhan