Perbandingan Sejarah Awal Perkembangan Apartemen Antara Indonesia Dengan Korea Selatan
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - Perbandingan sejarah perkembangan hunian vertikal antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi sorotan menarik dalam dinamika sektor properti modern di Asia.
Persoalan mengenai mana yang lebih dahulu berkembang dalam industri apartemen memicu diskusi hangat di tengah masyarakat, khususnya bagi para pengamat tata kota.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna, menjelaskan bahwa Korea Selatan sebenarnya telah memperkenalkan konsep hunian apartemen modern sejak akhir tahun 1950-an silam.
Baca JugaMayoritas Wilayah DKI Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
Langkah berani Korea Selatan dalam membangun hunian vertikal dilakukan untuk merespons kepadatan penduduk yang melonjak drastis pasca-perang di wilayah perkotaan mereka tersebut.
Memasuki pertengahan 1960-an, pembangunan apartemen di Korea Selatan terus mengalami peningkatan signifikan guna memenuhi kebutuhan perumahan rakyat yang semakin terbatas di daratan.
Transformasi Hunian Vertikal Menjadi Gaya Hidup Utama di Korea
Puncaknya terjadi pada akhir 1970-an, di mana hunian vertikal secara resmi menjadi tipe tempat tinggal yang paling dominan di kawasan perkotaan Korea Selatan.
Kondisi ini sangat berbeda dengan linimasa perkembangan di tanah air, meskipun Indonesia juga memiliki catatan sejarah pembangunan properti yang sangat menarik untuk disimak.
Yayat mengungkapkan bahwa catatan paling menarik bagi sektor properti Indonesia terjadi pada tahun 1980-an, saat industri pembangunan sedang berada dalam masa kejayaan.
Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia menunjukkan angka yang sangat pesat hingga menyentuh level 7 persen yang diakui oleh dunia internasional.
Keberhasilan ekonomi yang gemilang ini membuat Indonesia sempat dijuluki sebagai Macan Asia, sebuah gelar yang mencerminkan kekuatan finansial dan infrastruktur negara saat itu.
Dampaknya, arus investasi asing mulai mengalir deras masuk ke dalam negeri, yang kemudian memicu perkembangan pesat di berbagai kawasan industri strategis di Indonesia.
Dinamika Booming Properti Indonesia dan Munculnya Kebutuhan Hunian Eksklusif
Pesatnya pertumbuhan industri ini secara otomatis menciptakan permintaan baru akan tempat tinggal yang layak bagi para ekspatriat yang bekerja di perusahaan asing tersebut.
Kehadiran para tenaga kerja asing ini menjadi katalisator utama bagi pengembang untuk mulai membangun apartemen dengan standar fasilitas yang lebih mewah dan juga modern.
Beberapa properti unggulan yang menjadi bukti kejayaan era tersebut meliputi The Masterpiece, The Empyreal, hingga The Wave yang menawarkan konsep hunian terpadu yang sangat canggih.
Selain itu, Apartemen Taman Rasuna juga menjadi ikon penting yang dilengkapi dengan fasilitas premium seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan akses mudah ke bisnis.
Meskipun Korea Selatan memulai lebih awal pada akhir 1950-an, Indonesia memiliki momentum kebangkitan properti yang sangat kuat melalui dukungan sektor ekonomi makro tahun 1980-an.
Perkembangan apartemen di kedua negara ini memiliki latar belakang sosiologis yang berbeda, di mana Korea didorong urgensi lahan, sementara Indonesia didorong oleh investasi.
Perbedaan Strategis dalam Sejarah Pembangunan Apartemen di Kawasan Asia
Yayat menekankan bahwa sejarah masing-masing negara memiliki keunikan tersendiri, namun tren hunian vertikal kini telah menjadi solusi utama bagi masyarakat urban di kedua negara.
K-Netz atau netizen Korea sering membandingkan fasilitas apartemen mereka dengan negara lain, namun fakta menunjukkan bahwa Indonesia memiliki standar yang tidak kalah bersaing.
Transformasi dari rumah tapak menuju apartemen di Indonesia memang memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan akselerasi pembangunan masif yang terjadi di Seoul, Korea Selatan.
Namun, kualitas material dan integrasi kawasan bisnis yang ditawarkan oleh apartemen di Jakarta pada masa keemasannya tetap diakui memiliki nilai prestise yang sangat tinggi.
Seiring berjalannya waktu, persaingan antara perkembangan properti di Indonesia dan Korea Selatan terus berlanjut dengan inovasi teknologi konstruksi yang semakin hari semakin canggih.
Kini, apartemen bukan lagi sekadar tempat tinggal bagi ekspatriat, melainkan sudah menjadi kebutuhan gaya hidup bagi masyarakat lokal yang menginginkan efisiensi waktu dan juga aksesibilitas.
Melihat Masa Depan Properti Nasional Melalui Cermin Kesuksesan Masa Lalu
Pada Selasa 17 Februari 2026, diskusi mengenai perbandingan ini kembali mencuat sebagai refleksi bagi para pemangku kepentingan dalam merancang tata kota yang lebih efisien lagi.
Pelajaran dari era 1980-an memberikan gambaran bahwa stabilitas ekonomi nasional memegang peranan kunci dalam menggerakkan roda bisnis properti dan pembangunan hunian vertikal bagi rakyat.
Indonesia diharapkan mampu mengambil sisi positif dari kecepatan pembangunan di Korea Selatan tanpa menghilangkan identitas serta kenyamanan yang selama ini menjadi ciri khas hunian.
Pembangunan masa depan harus tetap mengutamakan keseimbangan antara ketersediaan lahan yang terbatas dengan kenyamanan penghuni agar tercipta lingkungan perkotaan yang jauh lebih manusiawi.
Dengan melihat sejarah yang ada, jelas bahwa baik Indonesia maupun Korea Selatan memiliki rekam jejak yang solid dalam membangun peradaban hunian modern di kawasan Asia.
Masyarakat kini tinggal memilih mana konsep hunian yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan juga kenyamanan mereka dalam menjalankan aktivitas produktif sehari-hari di kota besar.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








