Breaking

Morgan Stanley Pilih Meta Sebagai Saham Kecerdasan Buatan Utama

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 07 Juni 2026
Morgan Stanley Pilih Meta Sebagai Saham Kecerdasan Buatan Utama
ILUSTRASI, META (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Kekhawatiran pelaku pasar di Wall Street mengenai tingginya investasi kecerdasan buatan (AI) oleh Meta Platforms Inc (NASDAQ:META) diperkirakan meluputkan perhatian dari keunggulan kompetitif perusahaan yang semakin solid, sebagaimana diungkapkan oleh analis Morgan Stanley, Brian Nowak.

Melalui laporan riset terbarunya, Nowak menegaskan kembali posisi Meta sebagai pilihan utama atau "top pick" dan menetapkan target harga pada angka $775, yang mengindikasikan potensi pertumbuhan sekitar 30 persen dari level harga saat ini.

Respons investor terhadap Meta terpantau masih tertinggal jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi bermodal besar (megacap) lainnya. Hal ini disebabkan oleh minimnya keterbukaan terkait imbal hasil dari rencana pengeluaran modal Meta, yang diprediksi menembus $380 miliar untuk rentang waktu tahun 2027 sampai 2028.

Akan tetapi, Nowak menilai bahwa terdapat empat lini produk baru yang tengah berkembang dan masing-masing memiliki kapasitas untuk menyumbang sebesar $1 hingga $3 pada laba per saham perusahaan di tahun 2028, sekaligus mendorong peningkatan kelipatan secara signifikan.

Faktor pendorong pertama bersumber pada potensi bisnis mesin pencari bernilai miliaran dolar yang disematkan di dalam Meta AI. Nowak membuat estimasi bahwa jika sistem tersebut mampu mempertahankan 1 miliar pengguna dan melakukan monetisasi pada 10 persen saja dari total pencarian harian, pendapatan tahunan yang masuk berpeluang melampaui $10 miliar.

Pada saat yang sama, Meta juga tengah memaksimalkan sumber pendapatan baru bermargin tinggi melalui penyediaan opsi langganan berjenjang bagi 3,5 miliar pengguna aktif hariannya.

Berdasarkan analisis Nowak, penyerapan pasar yang moderat saja di antara 50 juta kreator konten serta jutaan pengiklan dapat mendatangkan tambahan pendapatan senilai $7 miliar dan menambah $2 pada komponen laba per saham.

Di samping produk konsumen tersebut, lini periklanan utama Meta terus mendapatkan dampak positif dari pembaruan teknologi pembelajaran mesin yang disokong oleh GPU.

Pihak analis menegaskan bahwa setiap pertumbuhan sebesar 1 persen pada pendapatan iklan yang diproyeksikan untuk tahun 2028 bakal mengalirkan dana sebesar $3,5 miliar ke dalam bisnis serta mengerek laba per saham hingga 2,5 persen.

Terakhir, Nowak memberikan sorotan pada "jaring pengaman Neocloud" yang membuka ruang fleksibilitas bagi Meta untuk menyewakan sisa kapasitas komputasi yang tidak terpakai kepada korporasi eksternal.

Apabila Meta menyewakan hanya satu gigawatt dari total kapasitas besarnya dengan harga pasar normal, strategi ini dapat memperkuat kondisi arus kas bebas sekaligus memberikan dorongan minimum sebesar 8 persen pada perolehan laba di tahun 2028.

Kendati proyeksi jangka panjang dari Morgan Stanley bernilai positif, kecemasan terkait alokasi modal jangka pendek masih membayangi nilai ekuitas emiten teknologi ini. Nilai saham Meta terpantau mengalami penurunan sebesar 15 persen sepanjang tahun lalu, berada jauh di bawah performa indeks S&P 500 yang justru melonjak 23 persen pada kurun waktu yang sama.

Tekanan koreksi ini semakin memuncak pada hari Jumat saat saham perusahaan terkoreksi sebesar 5,5 persen sepanjang jam perdagangan reguler.

Penurunan ini dipicu oleh pemberitaan dari Financial Times yang menyebutkan bahwa induk dari Facebook tersebut tengah mengkaji opsi penerbitan saham baru dalam skala besar demi mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan mereka.

Berdasarkan informasi dari laporan tersebut, Meta secara intensif tengah melihat peluang untuk menjual saham baru senilai puluhan miliar dolar untuk menyokong ambisi AI yang masif.

Jika melihat pada nilai valuasi saat ini, raksasa teknologi ini diperdagangkan dengan posisi diskon sebesar 30 persen dibanding Google milik Alphabet Inc. mengacu pada estimasi konsensus laba, suatu posisi yang berada hampir dua standar deviasi di bawah angka rata-rata historisnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua