Breaking

MOLI Siapkan Capex Rp350 Miliar demi Genjot Kapasitas Produksi

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 10 Juni 2026
MOLI Siapkan Capex Rp350 Miliar demi Genjot Kapasitas Produksi
ILUSTRASI, PT Madusari Murni Indah Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI), atau Molindo, mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp350 miliar demi menyokong performa bisnisnya di sepanjang tahun 2026 ini.

Dana dengan jumlah tersebut utamanya bakal dialokasikan untuk menaikkan kapasitas produksi liquid CO2 serta etanol lewat pembangunan tempat distilasi baru, jalur produksi liquid CO2, boiler, hingga berbagai alat penunjang lainnya.

"Capex sekitar Rp350 miliar dengan sumber dari perpaduan antara opsi pendanaan perbankan dan pemakaian kas internal," ujar Direktur MOLI, Jose G Tan, dalam Paparan Publik (Public Expose), yang digelar pasca pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lewat penanaman modal ini, Jose menyebutkan bahwa perusahaan membidik kenaikan volume produksi sekaligus efisiensi di jalur manufaktur. 

Langkah peningkatan kapasitas ini didasari oleh rasa percaya diri perusahaan dalam menangkap peluang pengembangan produk etanol premium berkualifikasi lebih tinggi demi memenuhi keperluan industri tertentu.

Jose memaparkan, salah satu sektor yang memperlihatkan kenaikan permintaan ialah etanol bermutu tinggi bagi keperluan industri kosmetik, minyak wangi, serta farmasi. 

Berkat langkah penambahan kapasitas ini, MOLI memasang target untuk mulai beroperasi secara bertahap hingga September 2027 mendatang.

Melalui penambahan investasi tersebut, volume produksi etanol berbahan dasar molase kepunyaan MOBIL bakal meningkat dari kisaran 80 juta liter per tahun menjadi 100 juta liter per tahun.

"Selain meningkatkan kapasitas etanol, kami juga memperluas bisnis liquid CO2 yang kami nilai memiliki prospek pertumbuhan cukup bagus, seiring meningkatnya kebutuhan dari industri makanan dan minuman serta manufaktur," ujar Jose, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan cuma itu, Molindo diungkapkan oleh Jose juga tengah membidik peluang dari penerapan program mandatori bauran bioetanol lima persen (E5) yang diagendakan mulai berjalan pada Juli 2026 nanti.

Terkait hal tersebut, perusahaan telah didelegasikan untuk memasok keperluan bioetanol di area Jawa Timur kepada Pertamina. Langkah kebijakan itu dipercaya berpotensi menjadi keran pertumbuhan baru bagi industri etanol domestik, sekaligus menjadi prospek bisnis yang menjanjikan bagi Molindo.

Jose mengutarakan bahwa penerapan program E5 bakal diteruskan menuju E10 di tahun 2028. Program itu diproyeksikan bakal memicu keperluan fuel-grade ethanol mencapai kisaran 1,2 juta kiloliter pada tahun 2030.

"Saat ini, kami memiliki kapasitas terpasang fuel-grade ethanol sekitar 10 juta liter per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta liter telah terserap untuk kebutuhan industri sehingga masih tersedia ruang produksi sekitar enam juta liter yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program campuran bioetanol nasional," ujar Jose, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah penurunan harga etanol dunia serta situasi ekonomi yang tidak menentu akibat konflik yang masih berkecamuk di Timur Tengah, jajaran manajemen tetap merasa optimistis bisa mempertahankan pencapaian positif di tahun ini.

Perusahaan pun diakui oleh Jose merasa optimistis bisa meraih capaian performa menyerupai tahun 2025, kendati harus memperhatikan bermacam-macam faktor eksternal layaknya fenomena El Nino maupun kenaikan harga bahan baku.

Pada tahun 2025, MOLI mencatatkan penjualan bersih senilai Rp1,49 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 7,6 persen jika dikomparasikan dengan perolehan Rp1,39 triliun di tahun 2024.

Di sisi lain, perolehan laba kotor terkerek naik hingga 40,5 persen menjadi Rp435,81 miar dari nilai Rp310,20 miliar di tahun sebelumnya. Margin laba kotor pun ikut terkerek menjadi 29,1% dari angka 22,3%. 

Di saat yang sama, raihan laba bersih melonjak tajam sebesar 424,5 persen menjadi Rp93,11 miliar jika disandingkan dengan perolehan Rp17,75 miar pada tahun 2024.

"Margin laba bersih kami juga naik menjadi 6,2 persen dari sebelumnya 1,3 persen. Sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut, kami juga berencana membagikan dividen sekitar Rp20 miar kepada pemegang saham dari laba 2025," ujar Jose, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua