Harga TBS Sawit di Bangka Tengah Tembus Rp3.000 per Kilogram
BANGKA TENGAH – Nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada lini pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah Kabupaten Bangka Tengah teramati konsisten tinggi hingga mencapai nominal Rp3.000 per kilogram.
Di sisi lain, grafik harga pada level petani mandiri/non-mitra memperlihatkan kecenderungan naik yang menggembirakan di beberapa wilayah kecamatan pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Merujuk pada rilis pembaruan data berkala dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah per Rabu (10/6), bertahannya harga ini nampak gamblang di beberapa korporasi pengolahan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
PT Bangka Agro Mandiri (BAM) yang beroperasi di Desa Pinang Sebatang serta PT Putera Bangka Tani (PBT) di Desa Belilik ajek melakukan transaksi pembelian TBS dengan nominal paling maksimal, yaitu Rp3.000 per kilogram.
Sementara itu, pihak PT Perlang Sawitindo Mas (PSM) di Desa Perlang menerapkan nilai beli Rp2.980 per kilogram, yang kemudian diikuti oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) di Desa Kemingking dengan ketetapan pada angka Rp2.850 per kilogram.
Seluruh korporasi pengolahan tersebut dilaporkan sama sekali tidak mengoreksi nominal pembelian mereka jika disandingkan dengan hari sebelumnya.
Fenomena yang kontras justru dijumpai pada rerata nilai jual di level petani swadaya atau non-mitra pada cakupan kecamatan, yang mana sebagian besar teritorial mencatatkan lonjakan harga dengan besaran yang beragam.
Pada wilayah Kecamatan Koba, nilai TBS menguat sebesar Rp27 hingga berada di posisi Rp2.800 per kilogram. Lonjakan nominal paling signifikan dibukukan di Kecamatan Lubuk Besar yang melesat Rp70 menjadi Rp2.727 per kilogram, lalu disusul oleh Kecamatan Namang yang merangkak naik Rp43 ke level Rp2.750 per kilogram.
Untuk kawasan penunjang lainnya, Kecamatan Pangkalan Baru mencatatkan penguatan tipis sebesar Rp7 ke angka Rp2.707 per kilogram, dan Kecamatan Sungaiselan bergerak naik sebesar Rp10 hingga menyentuh Rp2.700 per kilogram.
Tercatat cuma wilayah Kecamatan Simpangkatis yang pergerakan harganya flat tanpa fluktuasi, yakni bertahan pada posisi Rp2.700 per kilogram.
Rincian perkembangan harga di level pekebun ini dipetakan secara kontinu oleh Petugas Informasi Pasar Kecamatan guna menjamin keterbukaan informasi nilai jual komoditas kelapa sawit di tengah-tengah masyarakat.