Breaking

Saham ANTM Merosot saat BUMN Tambang Sebar Dividen Rp5 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
Saham ANTM Merosot saat BUMN Tambang Sebar Dividen Rp5 Triliun
ILUSTRASI, ANTM (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dijadwalkan membagikan dividen tunai dengan nilai jumbo pada pertengahan tahun 2026 ini.

Menariknya, pembagian dividen dalam jumlah besar tersebut dilakukan di tengah kondisi harga saham perusahaan pelat merah ini yang sedang merosot tajam.

BUMN yang baru saja mengumumkan pembayaran dividen tunai bernilai jumbo adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Perusahaan yang bergerak di sektor tambang emas dan nikel ini akan membagikan total dividen tunai sebesar Rp5,05 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026).

Nilai dividen tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 70 persen dari laba bersih tahun 2025. Persentase ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan DPR tahun sebelumnya yang mencapai 100 persen.

Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas, nilai dividen ANTM diperkirakan mencapai kisaran Rp210 per saham. Dengan harga penutupan saham ANTM di level Rp2.750 per saham pada Rabu (10/6/2026), maka imbal hasil dividen atau dividend yield yang ditawarkan berada di level 7,6 persen.

Harga saham ANTM terus melemah belakangan ini dengan penurunan sebesar 130 poin atau 4,51 persen secara harian pada Rabu kemarin. Dalam periode perdagangan 30 hari terakhir, harga saham ANTM telah terkoreksi 950 poin atau 25,68 persen.

ANTM mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,21 triliun sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan bisnis serta kebutuhan operasional perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp69,19 triliun. Sebagian besar pendapatan, yakni sekitar 96 persen atau Rp81,10 triliun, bersumber dari pasar domestik.

Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong lonjakan laba tahun berjalan sebesar 106 persen menjadi Rp7,92 triliun dari Rp3,85 triliun pada tahun 2024. Selain itu, EBITDA meningkat 56 persen menjadi Rp10,51 triliun, sementara laba usaha melonjak 180 persen menjadi Rp8,40 triliun.

Direktur Utama ANTM Untung Budiharto menyatakan bahwa pencapaian ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

"Kinerja 2025 memperkuat posisi ANTM sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional," ujar Untung dalam keterbukaan informasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua