Breaking

Analisis IHSG 12 Juni 2026 dan Rekomendasi Lima Saham Potensial

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Analisis IHSG 12 Juni 2026 dan Rekomendasi Lima Saham Potensial
ILUSTRASI, IHSG (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal menguat pada sesi perdagangan hari Jumat (12/6/2026). Pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan bakal berada dalam kisaran resistance 6.000, pivot 5.900, serta support 5.800.

Pihak Phintraco Sekuritas menyodorkan lima saham pilihan yang berpotensi mendatangkan keuntungan, di mana salah satunya adalah ISAT.

Phintraco Sekuritas memaparkan, laju IHSG pada hari kemarin berakhir melemah ke posisi 5.886,03 (0,28%), setelah sebelumnya bergerak secara fluktuatif. 

Sektor barang baku menjadi bidang yang mencatatkan penurunan paling dalam (4,27%), sementara itu sektor finansial berhasil membukukan lonjakan tertinggi (1,36%).

Pada pasar spot, Phintraco Sekuritas mengonfirmasi bahwa nilai tukar rupiah berakhir melemah 0,25% pada posisi Rp 17.989 per dolar AS. 

Kondisi mata uang Rupiah yang dinilai masih rentan ini memicu timbulnya spekulasi bahwa RDG Bank Indonesia pada pekan depan memiliki peluang untuk menaikkan tingkat BI rate kembali.

Sedangkan dari sisi indikator teknikal, Phintraco Sekuritas mengindikasikan bahwa MACD IHSG mempunyai potensi untuk membentuk pola Golden Cross, ditambah posisi IHSG yang mampu ditutup melampaui level MA5 serta MA10.

“IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas mengungkapkan, pihak pemerintah tengah menjalankan langkah penataan secara menyeluruh pada pola distribusi serta pelaksanaan program MBG demi meraih efisiensi anggaran negara.

Lewat kebijakan sinkronisasi data beserta penataan SPPG, jajaran pemerintah merasa optimistis bakal mampu memangkas pengeluaran operasional.

Pada periode sebelumnya, pihak Pemerintah sudah melakukan langkah penghematan anggaran untuk program MBG menjadi sebesar Rp 268 triliun dari estimasi pagu awal yang mencapai Rp 335 triliun. 

Sampai pada bulan Mei 2026, realisasi pemanfaatan program MBG ini telah menyentuh angka Rp 88,15 triliun, atau mengalami kenaikan 17,53% dari posisi Rp 75 triliun pada bulan April 2026.

“Jika efisiensi anggaran MBG dapat ditekan secara signifikan, maka diharapkan berpotensi akan mengurangi defisit APBN,” papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di lain sisi, Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa angka penjualan ritel mengalami penyusutan sebesar 3,7% YoY pada bulan April, setelah sebelumnya sempat merangkak naik 3,4% di bulan Maret 2026.

Kondisi ini menjadi rapor penurunan yang pertama kalinya semenjak bulan April 2025, sekaligus mempertegas situasi melemahnya tingkat daya beli masyarakat sebagai imbas dari kenaikan harga komoditas bahan bakar non subsidi.

“Penjualan ritel turun 11,6% MoM jika dibandingkan dengan Maret 2026 yang tumbuh 10,3% MoM. Ini merupakan penurunan yang terbesar sejak Juni 2022,” jelas Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi untuk lima saham yang dinilai bisa memberikan keuntungan, antara lain ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua