Breaking

Berkat Dividen dan Kinerja Solid, Saham PWON Bangkit Naik 3,23 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Berkat Dividen dan Kinerja Solid, Saham PWON Bangkit Naik 3,23 Persen
Ilustrasi Pendapatan kuartal I 2026 Pakuwon Jati tumbuh 6 persen, dorong sentimen positif saham. (Foto: NET)

JAKARTA – Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali bergerak positif pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah sempat mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Agenda pembagian dividen di atas Rp 600 miliar serta capaian performa yang kuat pada kuartal I 2026 menjadi pendorong utama apresiasi harga saham tersebut.

PWON menyepakati pendistribusian dividen tunai senilai Rp 626 miliar dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 lewat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Melalui kebijakan ini, setiap lembar saham PWON mengantongi dividen sebesar Rp 13, yang nilainya setara dengan Rp 1.300 per lot untuk para pemegang saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/6), saham PWON bertengger di level Rp 256, menguat 8 poin atau 3,23% dalam basis harian. Lonjakan ini sekaligus mengakhiri tren koreksi saham PWON yang sejak awal tahun 2026 (year to date) sudah menyusut 84 poin atau 24,71%.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, mengungkapkan bahwa total dividen itu setara dengan 26,7% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 2,35 triliun. 

"Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja operasional yang tetap solid," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang periode 2025, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih senilai Rp 7,11 triliun dengan perolehan laba bersih yang disesuaikan sebesar Rp 2,92 triliun. 

Kenaikan pendapatan ini disokong oleh lini pendapatan berulang (recurring income), khususnya dari pusat perbelanjaan ritel yang tumbuh 14% menjadi Rp 3,93 triliun.

Di sisi lain, pendapatan dari sewa ruang perkantoran tercatat di angka Rp 273 milar atau terkoreksi 26% dari tahun sebelumnya, sedangkan sektor perhotelan meningkat 2% ke posisi Rp 1,42 triliun. Sementara itu, pendapatan dari lini pengembangan properti bergerak stabil pada angka Rp 1,49 triliun.

Guna menyokong akselerasi bisnis, PWON membelanjakan modal (capital expenditure) sebesar Rp 1,21 triliun sepanjang tahun 2025. Alokasi dana tersebut dipakai untuk membiayai pembangunan sejumlah proyek seperti Superblok Pakuwon Mall Bekasi serta Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.

Melangkah ke tahun 2026, performa perusahaan konsisten memperlihatkan tren pertumbuhan dengan raihan total pendapatan kuartal I 2026 mencapai Rp 1,65 triliun, atau naik 6% dari periode yang sama tahun lalu. 

Laba kotor tercatat terkerek 10% menjadi Rp 941 miliar, sementara EBITDA juga merangkak naik 10% menjadi Rp 916 miliar.

Menurut Minarto, kestabilan performa perseroan disokong oleh kokohnya portofolio pendapatan berulang yang menjadi pilar utama bisnis. 

"Menurut Minarto, stabilnya kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 didukung oleh kekuatan portofolio pendapatan berulang yang tetap menjadi penopang utama bisnis Perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penyerapan belanja modal pada kuartal I 2026 menyentuh angka Rp 164 miliar, di mana porsi terbesarnya dialokasikan demi meneruskan pengerjaan proyek Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. 

Berbekal kontribusi recurring income yang kuat, Pakuwon Jati merasa optimistis dapat memelihara tren positif pertumbuhan bisnis di sepanjang tahun 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua