Breaking

Saham SpaceX Meroket 49 Persen dan Mengalahkan Pasar Amazon

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 17 Juni 2026
Saham SpaceX Meroket 49 Persen dan Mengalahkan Pasar Amazon
Ilustrasi: SpaceX Starship (Foto: NET)

JAKARTA – Nilai saham SpaceX meroket selama tiga hari berturut-turut pada hari Selasa, hingga sukses melewati kapitalisasi pasar Amazon dan menempatkannya sebagai saham terbesar kelima secara global berdasarkan nilai pasar. Saham perusahaan ini mendarat di posisi naik 4,8% pada penutupan, yang mendongkrak kapitalisasi pasarnya ke angka US$2,65 triliun, atau unggul sekitar US$8 miliar di atas Amazon.

Ketika menyentuh titik tertinggi perdagangan intraday, nilai pasar dari korporasi yang digawangi oleh Elon Musk ini bahkan sempat berada di atas Microsoft. 

Lonjakan ini dipicu oleh kuantitas saham SpaceX yang dilepas untuk masyarakat luas tergolong minim, yaitu cuma berkisar 4,2% di hari pertama perdagangannya.

Situasi tersebut memicu aktivitas perdagangan menjadi kian volatil dan sensitif terhadap pergeseran harga yang masif. "Itu memang menjadi faktor. Kami berbicara tentang perusahaan dengan jumlah saham publik yang sangat terbatas dibandingkan dengan kapitalisasi pasar yang tercantum di headline," kata Angelo Kourkafas, Senior Global Investment Strategist di Edward Jones, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pertumbuhan harga saham yang sudah menyentuh 49% dari nilai IPO awal sebesar US$135 ini memperlihatkan animo investor yang terus mengalir kuat. 

Pencapaian ini sekaligus melapangkan jalan bagi prospek IPO kompetitor di sektor kecerdasan buatan, layaknya Anthropic serta OpenAI.

Pihak SpaceX juga mempublikasikan kesepakatan untuk mengakuisisi Cursor lewat transaksi yang memposisikan nilai startup pemrograman berbasis AI itu di angka US$60 miliar. Kelompok investor ritel dilaporkan menjadi salah satu penggerak utama di balik reli awal pergerakan saham ini.

Walau telah menyejajarkan diri sebagai salah satu korporasi raksasa, omzet SpaceX pada tahun 2025 berada di angka US$18,7 miliar, jumlah yang masih terpaut jauh di bawah capaian Microsoft ataupun Amazon. 

Di sisi lain, aktivitas perdagangan kontrak opsi SpaceX sekarang sudah digulirkan di beberapa lantai bursa, yang berpeluang memicu volatilitas yang lebih tinggi ke depannya.

Tercatat ada lebih dari 1,6 juta kontrak opsi yang berpindah tangan seiring langkah para trader yang berspekulasi bahwa tren penguatan harga ini bakal terus melaju.

"Jumlah saham yang beredar di publik jelas menjadi bagian dari cerita ini. Inklusi ke indeks juga akan segera datang, yang akan mengubah dana pasif menjadi pembeli wajib terhadap pasokan saham yang dapat diperdagangkan kurang dari 5%," kata Dave Mazza, Chief Executive Officer Roundhill Financial, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Peluang saham SpaceX untuk masuk ke dalam indeks Nasdaq diprediksi bisa berjalan lebih cepat berkat adanya amandemen regulasi. Kendati demikian, pihak S&P Dow Jones Indices menetapkan untuk tidak mengonversi ketentuannya, sehingga SpaceX dipastikan tidak bisa seketika menembus indeks S&P 500.

Gelombang tekanan jual diproyeksikan bakal menguat di saat masa penguncian (lock-up) untuk pemegang saham internal selesai pasca-publikasi laporan profit perdana. 

"Kami tidak akan mengetahui harga keseimbangan yang sesungguhnya sampai periode lock-up mulai berakhir setelah laporan laba kuartal kedua dan pasokan saham yang nyata bertemu dengan permintaan yang ada saat ini," ujar Dave Mazza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua