Breaking

Bisnis Personal Accident YOII Tumbuh 30 Persen Per Mei 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
Bisnis Personal Accident YOII Tumbuh 30 Persen Per Mei 2026
Logo PT Asuransi Digital Bersama Tbk (Sumber Gambar : mediaasuransinews.co.id)

JAKARTA – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencatatkan pertumbuhan positif pada lini bisnis personal accident (PA) hingga Mei 2026 di tengah dinamika industri asuransi umum. Corporate Secretary YOII Rahmat Dwiyanto mengungkapkan bahwa premi bruto lini personal accident perusahaan tumbuh sekitar 30% secara tahunan. Peningkatan tersebut didorong oleh perluasan jalur distribusi dan penyesuaian produk agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Per Mei 2026, lini bisnis personal accident perseroan menunjukkan kinerja yang positif. Premi bruto tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (22/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Seiring dengan kenaikan premi, nilai klaim pada lini tersebut juga dilaporkan meningkat sekitar 60% yoy. 

Kendati demikian, pihak manajemen menilai rasio klaim masih berada di tingkat yang sehat dan relatif stabil, sehingga ekspansi bisnis tetap berjalan berdampingan dengan manajemen risiko yang prudent.

Rahmat menjelaskan bahwa capaian lini personal accident ini ditopang oleh strategi perseroan dalam merancang produk yang selaras dengan gaya hidup masyarakat modern saat ini.

"Kami memanfaatkan data analytics untuk menjalankan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran serta terus memperluas kemitraan strategis, termasuk melalui kanal digital, guna mendorong pertumbuhan bisnis," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperlihatkan kecenderungan yang berbeda di industri. 

Pada kuartal I-2026, premi lini personal accident industri asuransi umum merosot sekitar 31,3% menjadi sekitar Rp786 miliar dari perolehan Rp1,14 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu.

Sementara itu, nilai klaim pada periode tersebut terpantau turun lebih dalam sebesar 53,9% menjadi sekitar Rp110 billion dari kisaran Rp239 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan klaim yang lebih signifikan ini menyebabkan rasio klaim industri menyusut dari sekitar 21% menjadi 14%. 

AAUI menyampaikan bahwa dinamika tersebut lebih dipengaruhi oleh pola distribusi, kemitraan korporasi, serta pergeseran produk ke bentuk bundling dan embedded insurance, bukan semata-mata karena melemahnya permintaan.

YOII menegaskan sikap optimis terhadap prospek lini personal accident ke depan. 

Manajemen menyatakan bakal tetap memprioritaskan kedisiplinan manajemen risiko, seleksi risiko yang prudent, serta penguatan underwriting demi menjaga kualitas pertumbuhan di tengah situasi ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih dinamis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua