Breaking

Surya Internusa Bagikan Dividen Lima Rupiah per Saham meski Rugi

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
Surya Internusa Bagikan Dividen Lima Rupiah per Saham meski Rugi
ILUSTRASI, PT Surya Semesta Internusa Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memutuskan untuk tetap membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, walaupun korporasi mengalami kerugian pada tahun buku 2025. Pembagian keuntungan ini menjadi momen ketiga kalinya secara berturut-turut yang dilakukan perseroan setiap tahun.

Emiten yang bergerak di bidang real estat kawasan industri hingga perhotelan tersebut menetapkan total dividen tunai senilai Rp23,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp5 per lembar saham.

Keputusan pemogokan dividen ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).

Sepanjang periode 2025, Surya Internusa mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp4,4 triliun. Angka ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp6,3 triliun, yang dipicu oleh merosotnya penjualan lahan industri.

Dampaknya, performa laba bersih atau bottom line perusahaan berbalik dari keuntungan Rp234 miliar menjadi kerugian sebesar Rp89 miliar.

Selaras dengan penurunan performa tersebut, kondisi arus kas (cashflow) perseroan juga ikut tertekan. Arus kas dari lini aktivitas operasional tercatat minus Rp1,15 triliun, berbanding terbalik dari kondisi positif pada tahun 2024 yang mengantongi Rp718 miliar.

Oleh sebab itu, pihak manajemen memutuskan untuk memanfaatkan saldo laba ditahan guna membiayai dividen karena posisinya yang tergolong besar. Sampai dengan 31 Desember 2025, jumlah saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya berada di angka Rp2,95 triliun.

Selain persetujuan dividen, investor juga menyetujui sejumlah agenda lainnya, seperti pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, alokasi honorarium serta tunjangan dewan komisaris senilai Rp6,3 miliar, hingga perombakan susunan pengurus perusahaan dengan diangkatnya Fentony sebagai Komisaris Surya Internusa.

Sementara itu, dalam gelaran RUPS Luar Biasa, pemegang saham memberikan restu terhadap rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) dalam rangka menyukseskan program MESOP dengan total penerbitan saham baru maksimal sebesar 235 juta saham. 

Agenda penyesuaian Kode Baku Klasifikasi Indonesia (KBLI) 2025 pun turut meraih persetujuan dari para pemegang saham.

Presiden Direktur Surya Internusa, Johannes Suriadjaja mengutarakan bahwa program MESOP ini bakal dialokasikan kepada tiap-tiap personel yang memiliki kinerja unggul di lingkungan grup perusahaan, dari level manajer sampai jajaran pimpinan tertinggi (C-Level).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Harga pelaksanaan akan mengikuti peraturan yang berlaku dan ditetapkan tidak kurang dari 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 Hari Bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan," katanya.

Di bawah ini adalah jadwal lengkap pemogokan dividen SSIA:

Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 29 Juni 2026

Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 30 Juni 2026

Cum Dividen di Pasar Tunai: 1 Juli 2026

Ex Dividen di Pasar Tunai: 2 Juli 2026

Pembayaran Dividen: 23 Juli 2026

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua