Breaking

Jelang IPO, Keuntungan Produsen Inaco [JELI] Melesat Ratusan Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 26 Juni 2026
Jelang IPO, Keuntungan Produsen Inaco [JELI] Melesat Ratusan Persen
ILUSTRASI, Keuntungan PT Niramas Utama Tbk. melonjak 208,93% menjelang IPO pada 2025. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana saham atau IPO dari PT Niramas Utama Tbk. (JELI) tengah menjadi pusat perhatian para pelaku pasar menyusul lonjakan laba bersih perseroan hingga ratusan persen pada tahun lalu.

Berdasarkan data dari prospektus resmi, manajemen mengungkapkan bahwa perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,42 miliar pada 2024 dan melesat 208,93% YoY menjadi Rp38,37 billion pada 2025. 

Pencapaian positif tersebut berhasil diraih oleh perseroan walaupun pendapatan mereka mengalami penurunan sebesar 4,49% YoY menjadi Rp753,05 miliar pada periode yang sama.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menjelaskan bahwa penurunan pada pos pendapatan tersebut bukan disebabkan oleh penurunan permintaan pasar, melainkan karena konsekuensi dari strategi evaluasi yang dilakukan perseroan terhadap portofolio produk mereka. 

Berdasarkan informasi yang didapatkan, JELI memilih untuk menghentikan penjualan sejumlah SKU secara selektif yang dinilai kurang produktif atau menghasilkan margin rendah, agar dapat lebih berfokus pada produk-produk yang menawarkan profitabilitas lebih tinggi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Adhi S. Lukman menyatakan, ”Kami melakukan review terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian kami lakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang kami hentikan dan langkah tersebut justru memberikan dampak positif terhadap struktur kinerja perseroan menjelang IPO,” pada Kamis (25/6/2026).

Langkah evaluasi portofolio tersebut terlihat dari raihan kinerja EBITDA yang tumbuh 28,14% serta tingkat Return on Equity (ROE) yang merangkak naik ke posisi 26,82% pada tahun 2025.

Menurut Adhi, pasca-pelaksanaan IPO nanti, pihak perseroan berencana untuk mengalokasikan mayoritas dana yang diperoleh guna memperkuat ekspansi kapasitas produksi. 

Langkah ini diwujudkan melalui penyertaan modal kepada entitas anak usaha, yaitu PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). 

Upaya strategis tersebut diambil demi mengembangkan kategori produk gummy candy, sebuah segmen pasar baru yang diproyeksikan mempunyai potensi pertumbuhan serta peluang ekspor yang menjanjikan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Adhi S. Lukman menambahkan, “Kami juga melakukan studi ke berbagai pasar internasional dan melihat adanya peluang besar di kategori gummy candy. Produk ini akan kami kembangkan dengan diferensiasi yang kuat.”

Tidak hanya itu, dana segar dari hasil IPO tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memperluas portofolio produk perseroan lewat peluncuran jajaran merek baru, sekaligus memperkokoh lini bisnis minuman fungsional yang ditargetkan bagi konsumen generasi muda dengan kebutuhan gaya hidup sehat.

Merujuk pada dokumen prospektus awal, Niramas Utama menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru dalam aksi IPO ini, atau setara dengan 25,93% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Perseroan menetapkan rentang harga penawaran awal sebesar Rp900-Rp1.120 per lembar saham, sehingga total dana segar yang berpotensi dihimpun bisa mencapai Rp392 miliar.

Pihak Sucor Sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi efek JELI memaparkan bahwa lompatan laba bersih yang dibukukan oleh JELI sepanjang tahun lalu akan menjadi salah satu daya tarik utama bagi para investor yang mengedepankan analisis fundamental.

Di samping itu, Head of Financial Educator Sucor Sekuritas, Hendry Wijaya, menyebutkan bahwa emiten di sektor makanan dan minuman yang memegang posisi sebagai market leader pada segmen dessert kelapa tergolong sangat jarang. 

Terlebih lagi, JELI dinilai mempunyai keunggulan berupa jaringan distribusi yang masif, didukung oleh kepemilikan lebih dari 150 SKU produk, serta jangkauan pasar ekspor yang telah menembus lebih dari 30 negara.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Hendry Wijaya menyampaikan, ”Untuk JELI, keunggulan utamanya terletak pada kombinasi antara kekuatan merek yang telah terbangun selama puluhan tahun dan momentum pertumbuhan laba yang sangat tinggi.”

Di sisi lain, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, memberikan pandangan bahwa di tengah situasi pasar yang masih bergerak fluktuatif, momentum IPO dapat dipandang sebagai ruang untuk menangkap peluang jangka pendek maupun awal dari tren jangka menengah. 

Hal ini khususnya berlaku bagi saham-saham yang ditopang oleh fundamental kokoh serta mencatatkan tingkat permintaan yang tinggi dalam sistem e-IPO.

Ia berpendapat bahwa investor harus jeli memperhatikan sejumlah indikator utama sebelum mengambil keputusan untuk mengoleksi saham baru. 

Indikator tersebut mencakup kualitas bisnis, aspek keberlanjutan dari pertumbuhan kinerja, komparasi valuasi IPO terhadap kompetitor sejenis (peers), hingga kekuatan permintaan pada fase e-IPO. 

Investor juga disarankan untuk memantau rencana pemanfaatan dana IPO agar benar-benar bersifat produktif bagi ekspansi, di samping memperhatikan tingkat likuiditas awal serta porsi saham publik (free float) emiten setelah resmi melantai di Bursa.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Alrich Paskalis menegaskan, ”Dengan kondisi market yang volatil, IPO berkualitas berpotensi menjadi early re-rating candidates, di mana harga bisa mengalami penyesuaian positif ketika sentimen pasar mulai membaik. Namun, tetap penting untuk menerapkan pendekatan partisipasi selektif, bukan spekulasi menyeluruh,” pada Selasa (23/6/2026).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua