Breaking

Erajaya (ERAA) Terapkan Strategi Selektif di Semester Kedua 2026

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 01 Juli 2026
Erajaya (ERAA) Terapkan Strategi Selektif di Semester Kedua 2026
Ilustrasi: Erajaya mengoptimalkan ekspansi bisnis secara selektif pada semester kedua 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) memastikan akan tetap menjalankan rencana ekspansi bisnis pada paruh kedua tahun 2026 secara lebih konservatif akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

Direktur ERAA, Patrick Adhiatmadja, menyatakan bahwa alokasi belanja modal tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2025, namun perusahaan lebih berhati-hati dalam membuka gerai baru atau memperluas jaringan.

Setiap investasi untuk pengembangan bisnis kini dilakukan dengan seleksi yang lebih ketat agar tetap menghasilkan imbal hasil yang optimal.

“Kami masih optimistis tapi penuh kehati-hatian. Harapan kami kondisi membaik, perang Teluk bisa lebih jelas ujungnya, sehingga kami bisa ngegas pada semester II/2026 ini,” ujar Patrick sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan perseroan saat ini tidak hanya bergantung pada pembukaan gerai baru, melainkan juga pada peningkatan produktivitas bisnis yang sudah berjalan.

“Kami melihat pertumbuhan dari produktivitas usaha yang sudah ada dengan mengetatkan ikat pinggang. Kami harap bisa tumbuh tetap sehat dibanding pertumbuhan GDP Indonesia sehingga kami bisa tetap bertumbuh pasarnya,” imbuhnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Strategi tersebut tercermin pada kinerja keuangan kuartal I/2026, di mana pendapatan ERAA tumbuh 41,1% secara tahunan menjadi Rp22,4 triliun dengan laba bersih yang melonjak 122,7% menjadi Rp453 miliar.

Perseroan juga berhasil meningkatkan disiplin biaya yang tecermin dari rasio beban operasional terhadap penjualan yang membaik menjadi 7,1% pada kuartal I/2026 dibandingkan 8,6% pada periode yang sama tahun lalu.

Erajaya terus memperkuat jaringan ritelnya, dengan jumlah gerai Erajaya Digital yang meningkat menjadi 1.859 toko dan gerai Erajaya Active Lifestyle menjadi 219 toko hingga akhir kuartal I/2026.

Ke depan, perseroan menargetkan penambahan sekitar 50 hingga 60 gerai baru setiap tahun, disertai masuknya sejumlah merek baru secara selektif sebagai diversifikasi usaha.

Pada segmen Erajaya Food & Nourishment, jumlah gerai bertambah menjadi 84 toko yang mayoritas didorong oleh ekspansi merek minuman teh premium Chagee.

Patrick mengungkapkan bahwa diversifikasi dengan menghadirkan lebih banyak merek internasional diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan perseroan pada tahun-tahun mendatang.

“Target kami adalah menambah brand. Dengan bertambahnya brand, kami juga akan menambah outlet dan penjualan sehingga dapat meningkatkan revenue perusahaan ke depannya,” ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terkait tekanan kurs, Vice President Director ERAA, Hasan Aula, menyatakan perusahaan menerapkan pengelolaan risiko valuta asing secara disiplin, termasuk melalui strategi lindung nilai atau hedging.

Hasan menambahkan bahwa dampak pelemahan rupiah terhadap kinerja perseroan relatif terkendali karena mayoritas produk yang dipasarkan diperoleh dari pemasok domestik di dalam negeri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua