Setoran Pajak dan Dividen BRI Kuartal I 2026 Tembus Rp 19,1 T

ILUSTRASI, BRI catat laba bersih Rp 15,5 triliun pada kuartal I 2026. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:22 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan setoran kepada negara sebesar Rp 19,1 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah tersebut bersumber dari pembayaran pajak Rp 8,1 triliun serta dividen tahun berjalan sebesar Rp 11 triliun.

Sumbangsih ini meneruskan tren positif setoran BRI kepada negara selama beberapa tahun ke belakang. Pada 2023, akumulasi setoran BRI berada di angka Rp 50,5 triliun, yang mencakup pajak Rp 27,3 triliun dan dividen Rp 23,2 triliun. 

Selanjutnya pada 2024 bertambah menjadi Rp 57,6 triliun, dengan rincian pajak Rp 31,9 triliun dan dividen Rp 25,7 triliun. Sedangkan pada 2025, BRI menyetorkan Rp 55,8 triliun kepada negara, yang terdiri atas pajak Rp 28,1 triliun dan dividen Rp 27,7 triliun. 

Setoran ini meliputi pemenuhan sejumlah kewajiban kepada negara, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, hingga pajak daerah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, pembayaran pajak ialah bagian dari andil perseroan bagi pendapatan negara serta pembangunan nasional. Menurutnya, kepatuhan dalam bidang perpajakan menjadi wujud tanggung jawab perusahaan sekaligus sokongan terhadap keberlanjutan fiskal. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa," ujar Hery dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

Melihat dari aspek kinerja, BRI Group mengantongi laba bersih Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026. Nilai aset secara keseluruhan tumbuh 7,2% secara tahunan menjadi Rp 2.250 triliun. 

Distribusi kredit dan pembiayaan terangkat 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) merangkak naik 9,4% menjadi Rp 1.555,1 triliun. 

Porsi dana murah (CASA) pun kian melonjak menjadi Rp 1.058,6 triliun atau setara 68,07% dari total DPK, angka ini lebih tinggi dari periode yang sama di tahun lalu sebesar 65,77%.

Reporter: Gemilang Ramadhan