Erupsi Sinabung, 55 Penerbangan Kualanamu Sempat Batal
INSIDERINDONESIA.COM — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB. Abu tebal tersebut langsung menyebar hingga ke permukiman warga di Berastagi dan kawasan Gunung Sibayak.
Abu Vulkanik Mengancam Keselamatan Penerbangan
Erupsi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memaksa puluhan penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, untuk dibatalkan. Sebanyak 55 penerbangan yang dijadwalkan pada hari itu terpaksa tidak beroperasi.
Pembatalan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Abu vulkanik yang halus berisiko mengganggu kinerja mesin pesawat serta mengurangi jarak pandang pilot saat lepas landas maupun mendarat. Prosedur ini menjadi standar ketika gunung api mengeluarkan material vulkanik dalam jumlah besar.
Sempat Delay, Seluruh Penerbangan Kini Pulih
Kondisi berubah pada Rabu (2/9). Manajemen Bandara Kualanamu memastikan seluruh jadwal penerbangan sudah kembali normal. Penumpang yang sempat tertunda akibat erupsi pun mulai diberangkatkan.
"Kalau hari ini normal semuanya. Jadi yang semalam efeknya delay perlahan di hari ini diberangkatkan. 55 penerbangan termasuk juga yang delay kemarin itu ada 11 orang di hari ini sudah diberangkatkan," kata Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, saat dihubungi Rabu (2/9).
Dari total 55 penerbangan yang batal pada Senin, perlahan seluruhnya dijadwalkan ulang. Sebanyak 11 di antaranya baru bisa diberangkatkan hari ini. Penumpang yang sebelumnya menunggu lama akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.
Suasana bandara pun kembali cair. Aktivitas check-in dan boarding berjalan seperti sedia kala seiring menurunnya aktivitas Gunung Sinabung. Bandara Internasional Kualanamu kini melayani rute domestik maupun internasional tanpa gangguan berarti, membawa kelegaan bagi calon penumpang yang sempat terdampak.