Layanan Paylater BTN Segera Meluncur Tahun Ini Lewat Aplikasi Bale

ILUSTRASI, BTN tengah memproses perizinan dan mematangkan model bisnis paylater agar sesuai regulasi dan tata kelola yang berlaku. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:23 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mematok target untuk merilis layanan buy now pay later (BNPL) alias paylater pada tahun ini. Direktur Information Technology BTN, Tan Jacky Chen, menyampaikan bahwa proses pengembangan paylater ini dikerjakan lewat beberapa tahapan serta mencakup bermacam-macam aspek. Di samping merancang sistem teknologi, emiten dengan kode saham BBTN ini pun tengah memproses perizinan, mematangkan model bisnis, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus menyiapkan tata kelola guna memastikan layanan tersebut beroperasi semestinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Jadi secara sistem, secara bertahap, kami melakukan parallel untuk pengembangan dari sistem paylater itu sendiri," ujarnya saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Seluruh rangkaian proses tersebut diharapkan bisa lekas selesai agar layanan BNPL BTN dapat mengudara tahun ini sesuai dengan target korporasi. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Layanan paylater dapat diluncurkan pada tahun ini," kata Jacky.

Sama seperti produk paylater pada umumnya, batasan atau limit pembiayaan paylater milik BTN bakal disesuaikan berdasarkan profil, segmen, serta tingkat kelayakan dari masing-masing pengguna. 

Oleh sebab itu, Jacky belum bisa memastikan besaran nominal plafon pembiayaan yang bakal disalurkan kepada nasabah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kalau plafonnya nanti coba kita lihat karena setiap profil dan setiap segmen kan berbeda. Dan use case-nya pun nanti kita akan sesuaikan dengan profil dan segmen yang nanti kita anggap sebagai eligible menerima paylater atau yang akan mengajukan," jelasnya.

Jacky mengimbuhkan, layanan paylater ini nantinya akan disematkan langsung ke dalam aplikasi Bale by BTN yang berstatus sebagai super apps andalan perseroan.

Langkah ini diambil karena Bale memang dipersiapkan untuk menjadi gerbang utama bagi bermacam layanan digital BTN, termasuk fitur paylater yang sedang dalam tahap penggodokan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Bale tetap berjalan. Bale seperti sekarang juga tetap berjalan. Karena Bale kan sebagai produk champion kita, kita akan memperkuat di situ, itu sebagai super apps kami," tukasnya.

Merujuk pada catatan Kompas.com, kabar mengenai rencana BTN meluncurkan produk BNPL sebenarnya sudah berembus sejak tahun 2024. 

Pada waktu itu, BTN tengah mengurus perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI). Izin dari kedua regulator tersebut sempat diperkirakan dapat terbit pada Maret 2024, sehingga layanan paylater BTN ditargetkan meluncur paling lambat April 2024. Namun, hingga saat ini layanan itu belum juga resmi dirilis.

Sebelumnya, Nixon mengungkapkan bahwa kehadiran layanan paylater ini menjadi langkah perseroan untuk menyajikan fasilitas bagi nasabah dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif dan murah ketimbang layanan sejenis yang beredar sekarang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Ini adalah upaya untuk memberikan layanan kepada nasabah kami dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan paylater yang diterbitkan oleh lembaga lain," ungkap Nixon dalam konferensi pers Paparan Kinerja BTN per 31 Desember 2023, Senin (12/2/2024).

Nixon menyebutkan bahwa paylater ini mempunyai keterkaitan dengan KPR BTN. Mekanismenya pun berbeda dari kebanyakan paylater lain, di mana paylater ini tidak berbasis aplikasi biasa melainkan ditawarkan khusus bagi nasabah KPR BTN.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kita tawarkan kepada nasabah eksisting. Ini akan kita coba pilot-nya, dan mudah-mudahan bisa cair satu sampai dua hari. Begitu approve langsung kita kreditkan ke rekening paylater, modelnya seperti credit card online," tuturnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan