Jejak Chandra Waste dan Bakrie Power dalam Proyek PSEL Danantara

ILUSTRASI, PT Chandra Waste Energy dan PT Bakrie Power terpilih sebagai pemenang tender proyek PSEL gelombang kedua. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:55 WIB

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara lewat PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah merilis delapan nama pemenang tender untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) gelombang kedua. Di antara delapan korporasi yang lolos, terdapat dua entitas yang memiliki hubungan afiliasi dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) kepunyaan Prajogo Pangestu serta PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) kepunyaan keluarga Bakrie.

Perusahaan terafiliasi TPIA yang sukses melaju sebagai rekanan dalam proyek PSEL ini adalah PT Chandra Waste Energy. Perusahaan ini bergabung ke dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc.

Berdasarkan laporan tahunan TPIA untuk periode 2025, PT Chandra Waste Energy dahulunya beroperasi dengan nama PT Chandra Global Maritim (CGM). Anak usaha TPIA ini didirikan pada tahun 2025 dengan fokus bisnis awal di sektor transportasi laut. 

Kepemilikan perseroan terhadap PT Chandra Waste Energy berstatus sebagai anak usaha tidak langsung dengan porsi saham penuh 100%. 

Merujuk pada laporan kuartal I/2026 yang belum diaudit, nilai aset entitas usaha TPIA ini sebelum proses eliminasi berada di angka US$12.000. Untuk saat ini, PT Chandra Waste Energy masih berada dalam fase pengembangan sebelum nantinya beroperasi secara komersial. Konsorsium PT Chandra Waste Energy beserta mitra usahanya bakal mengelola proyek PSEL yang berlokasi di Serang Raya, dengan daya tampung pengolahan sampah mencapai 1.161 ton per hari.

Kantor pusat PT Chandra Waste Energy bertempat di Wisma Barito Pacific Tower A, Lantai 7, Jl. Letjen S. Parman Kav.62-63 Jakarta, Indonesia. Hingga kini, TPIA mengoperasikan tiga lini bisnis utama, yakni sektor energi, kimia, serta infrastruktur. 

Pada sektor infrastruktur, cakupan bisnis grup meliputi penjualan daya listrik beserta jasa kelistrikan lainnya, penyewaan tangki dan dermaga, hingga penyewaan kapal. 

Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, sektor infrastruktur menjadi penyumbang terkecil bagi total pendapatan konsolidasi dengan perolehan US$87,50 juta. Perolehan ini tercatat naik jika dibandingkan dengan capaian sebesar US$52,01 juta pada periode serupa di tahun 2025.

Sebagai informasi, langkah Chandra Asri Group merambah sektor energi bersih mencatatkan milestone penting pada Agustus 2025, di mana grup memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan dengan mengubah sampah menjadi sumber energi melalui cofiring RDF (Refuse-Derived Fuel). 

Implementasinya telah direalisasikan pada boiler batu bara Chandra Asri Group Site Office Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. 

RDF ini digunakan sebagai bahan bakar alternatif sebesar 5% dari total kebutuhan energi pada boiler, dengan volume pemanfaatan mencapai 60,33 ton sampah pada bulan Juli 2025. 

Dari angka tersebut, jumlah emisi karbon yang dapat direduksi diperkirakan mencapai 29,63 ton CO2 ekuivalen.

Di sisi lain, perwakilan dari Grup Bakrie dijalankan oleh PT Bakrie Power yang mengikat kerja sama dalam konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada serta SUS Indonesia Holding Limited.

PT Bakrie Power berstatus anak usaha tidak langsung dari BNBR lewat PT Bakrie Metal Industries (BMI) dengan porsi kepemilikan saham mencapai 99,99%. 

Badan usaha ini didirikan sejak tahun 1994 dan bergerak pada bidang pembangkit tenaga listrik. PT BMI sendiri merupakan unit bisnis dalam lingkaran Grup Bakrie yang berkonsentrasi pada sektor manufaktur serta infrastruktur.

Sepanjang tahun 2025, sektor tersebut memberikan andil terbesar terhadap pendapatan neto konsolidasi BNBR dengan capaian Rp3,11 triliun. Angka ini mengalami penurunan jika dihadapkan dengan andil pendapatan neto pada periode tahun 2024 yang menembus Rp3,47 triliun. 

Namun dari sisi bottom line, sektor infrastruktur serta manufaktur milik BNBR berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp571,74 miliar selama periode tahun 2025. Perolehan tersebut meningkat dari posisi keuntungan bersih pada tahun 2024 yang berada di angka Rp355,56 miliar.

Nantinya, PT Bakrie Power bersama pihak konsorsiumnya akan menangani jalannya proyek PSEL di Surabaya Raya yang dirancang memiliki kapasitas 1.100 ton sampah per hari. 

Proyek PSEL tersebut diproyeksikan bakal memperluas daftar portofolio pembangkit listrik yang telah dikelola oleh perseroan sebelumnya, yang mencakup pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), hingga proyek engineering, procurement, and construction photovoltaic (EPC PV).

Reporter: Gemilang Ramadhan