TPIA Ikuti Tahapan Danantara usai Amankan Mitra Proyek Energi Hijau

ILUSTRASI, PT Chandra Waste Energy resmi menjadi mitra proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Serang Raya. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:47:55 WIB

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengungkapkan langkah lanjutan yang akan diambil oleh perseroan setelah entitas bisnis mereka, PT Chandra Waste Energy, resmi terpilih sebagai mitra dalam tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diselenggarakan oleh Danantara.

Dalam proyek ini, PT Chandra Waste Energy bergabung ke dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama dengan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. 

Konsorsium tersebut direncanakan akan menggarap proyek PSEL di wilayah Serang Raya, dengan kapasitas pengolahan sampah yang ditargetkan mencapai 1.161 ton setiap harinya.

Direktur Legal & Hubungan Eksternal TPIA, Edi Riva'i, menerangkan bahwa setelah pengumuman ini, perseroan akan segera mengikuti seluruh rangkaian tahapan berikutnya yang telah dipersiapkan oleh pihak Danantara.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Konsorsium akan mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan Danantara sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik," kata Edi, Selasa (15/7/2026).

Edi juga memaparkan bahwa PT Chandra Waste Energy merupakan unit usaha yang berada langsung di bawah naungan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA). 

Saham CDIA sendiri sebesar 60% digenggam oleh TPIA. Perusahaan ini difokuskan sebagai pilar bisnis utama dalam pilar infrastruktur energi hijau.

Merujuk pada laporan tahunan TPIA untuk periode tahun 2025, PT Chandra Waste Energy sebelumnya beroperasi dengan nama PT Chandra Global Maritim (CGM).

Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 2025 dan pada awalnya memiliki fokus kegiatan usaha di sektor angkutan laut. PT Chandra Waste Energy berstatus sebagai anak perusahaan tidak langsung dari TPIA dengan persentase kepemilikan perseroan mencapai 100%.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I/2026 yang belum diaudit, total aset sebelum eliminasi yang dicatatkan oleh PT Chandra Waste Energy berada di angka US$12.000. 

Untuk saat ini, perusahaan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum memulai operasionalnya secara komersial.

Hingga kini, TPIA mengoperasikan tiga segmen bisnis utama, yang meliputi sektor energi, kimia, dan infrastruktur. 

Di dalam lini bisnis infrastruktur, kegiatan usahanya mencakup penjualan energi listrik beserta jasa kelistrikan lainnya, layanan penyewaan tangki dan dermaga, hingga penyediaan jasa sewa kapal.

Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, lini bisnis infrastruktur mencatatkan kontribusi pendapatan terkecil di dalam laporan konsolidasi perseroan, yakni sebesar US$87,50 juta. 

Kendati menyumbang porsi terkecil, perolehan nilai tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar US$52,01 juta.

Chandra Asri Group sejatinya telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah di wilayah Serang, yang menjadi titik lokasi proyek PSEL yang akan dikembangkan. 

Namun, saat ini fasilitas tersebut belum ditujukan untuk kebutuhan komersial, melainkan masih dimanfaatkan untuk kegiatan substitusi energi internal perusahaan.

Berdasarkan data yang ada, pada Agustus 2025 perseroan telah memperkuat implementasi energi baru terbarukan dengan mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif lewat sistem cofiring RDF (Refuse-Derived Fuel). 

Penerapannya sendiri sudah mulai direalisasikan pada boiler batu bara di Chandra Asri Group Site Office yang berlokasi di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Bahan bakar alternatif berupa RDF ini dimanfaatkan sebesar 5% dari total kebutuhan energi boiler, dengan volume penggunaan sampah yang mencapai 60,33 ton pada bulan Juli 2025.

Melalui langkah tersebut, besaran emisi karbon yang berhasil ditekan diperkirakan mampu mencapai 29,63 ton CO2 ekuivalen.

Dihubungi secara terpisah, Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen penuh untuk melakukan diversifikasi bisnis secara berkelanjutan guna mewujudkan pertumbuhan jangka panjang sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) merupakan salah satu inisiatif yang sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengembangan solusi yang lebih berkelanjutan," kata Chrysanthi.

Chrysanthi juga mengutarakan bahwa partisipasi TPIA di dalam proyek PSEL bentukan Danantara ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi nyata untuk menghadirkan solusi penanganan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Terkait tahapan pengembangan proyek, konsorsium akan mengikuti tahapan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Danantara," pungkasnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan