Harga Minyak Reli pada 24 Juli 2026 Imbas Konflik Timur Tengah
JAKARTA – Tren kenaikan harga minyak berlanjut pada sesi perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi. Pada pukul 07.16 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September 2026 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 92,44 per barel, menguat 0,27% dibandingkan hari sebelumnya sebesar US$ 92,19 per barel.
Lonjakan harga terjadi menyusul serangan Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah yang memicu babak baru konflik Timur Tengah. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal memperluas jangkauan serangan Amerika Serikat ke Iran.
Sementara itu, minyak jenis Brent kini ditransaksikan melampaui US$ 100 per barel. Trump menegaskan ancaman hukuman militer berat bagi Iran dan Houthi apabila terjadi serangan lanjutan ke kapal-kapal di Laut Merah, serta menyampaikan kepada Axios sedang mengkaji serangan skala besar terhadap Iran.
Kondisi pasar juga tertekan oleh insiden serangan di terminal Konsorsium Pipa Kaspia wilayah Laut Hitam. Selain itu, harga minyak melonjak sepanjang bulan ini akibat memuncaknya ketegangan antara AS dan Iran di Teluk Persia yang mengganggu arus pelayaran Selat Hormuz.
Aksi militan Houthi menyerang kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah kian memperbesar kecemasan pasar atas potensi gangguan pasokan yang lebih luas di seluruh kawasan tersebut.
"Jika lalu lintas di Laut Merah minimal, maka kami perkirakan harga minyak akan mencapai US$ 120 per barel, yang merupakan titik balik bagi harga minyak," kata Jay Hatfield, kepala eksekutif di Infrastructure Capital Management LLC sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Jika tidak ada transportasi, maka Anda membutuhkan kosnervasi. Cara untuk mendapatkan konservasi adalah dengan harga yang lebih tinggi," lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.