Stok Minyak Sawit Malaysia Juli Meningkat Jadi 2,63 Juta Ton, Harga Naik

Ilustrasi Penguatan harga CPO didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa global. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 10 Agustus 2026 | 20:28:32 WIB

JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali naik pada Senin (10/8/2026), mengikuti penguatan minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1 persen menjadi 4.724 ringgit Malaysia per ton hingga pukul 15.34 WIB.

Pelaku pasar menunggu laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) serta data ekspor 10 hari pertama Agustus untuk melihat kondisi stok dan tren produksi.

Data MPOB menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Juli naik 3,32 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,63 juta ton.

Kenaikan harga CPO sejalan dengan penguatan minyak kedelai di Dalian (0,4 persen), minyak sawit Dalian (0,81 persen), dan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (0,77 persen).

Pergerakan harga CPO kerap mengikuti minyak nabati pesaing karena bersaing di pasar global.

Di sisi lain, harga minyak mentah juga naik di tengah ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz, membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Namun, penguatan ringgit Malaysia 0,02 persen terhadap dolar AS berpotensi membatasi kenaikan harga CPO karena membuat harga lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Reporter: Ibtihal