IHSG Berpotensi Melemah ke 6.330-6.490, Cermati Saham Pilihan
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG ditutup melemah 0,86% ke level 6.394,12.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kenaikan utang luar negeri Indonesia sebesar 4,4% secara tahunan menjadi US$453,4 miliar pada kuartal II 2026.
“Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 8.095 triliun dan karena FTSE menahan rebalancing saham RI hingga Desember 2026,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelemahan IHSG terutama dipengaruhi aksi ambil untung setelah indeks menguat cukup signifikan. Koreksi saham BYAN sebesar 9,41% setelah manajemen mengklarifikasi rumor akuisisi juga menekan indeks.
“Tekanan juga datang dari sektor energi yang turun 1,17% dan pelemahan mayoritas bursa Asia,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dari dalam negeri, pasar merespons keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% sesuai ekspektasi. Investor juga mencermati keputusan FTSE menunda penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026 yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi arus dana asing.
Dari eksternal, kenaikan harga minyak menjadi perhatian seiring ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan AS-Iran.
“Harga Brent sudah berada di sekitar US$ 91 per barel, sehingga risiko terhadap inflasi dan kebijakan moneter global kembali meningkat,” ungkap Reza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Andhika memproyeksikan IHSG bergerak di level support 6.490 dan 6.555 serta resistance 6.338 dan 6.271 pada perdagangan Kamis (20/8/2026).
“Sentimennya berasal dari para pelaku pasar akan wait and see menunggu FOMC Meeting, karena akan berpengaruh terhadap suku bunga The Fed,” tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Andhika merekomendasikan beli saham SSIA dengan target harga Rp1.920 per saham untuk perdagangan Kamis (20/8/2026).
Reza memperkirakan IHSG bergerak terbatas di kisaran 6.330-6.490 pada perdagangan Kamis (20/8/2026).
Secara teknikal, muncul pola shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali mengalami penolakan di zona 6.400-6.450. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA20 dan momentum MACD tetap positif sehingga tren jangka pendek belum berubah.
Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati FOMC Minutes yang menunjukkan perbedaan pandangan di internal The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps).
“Hal ini dapat menjaga volatilitas pasar, terutama melalui pergerakan yield US Treasury dan dolar AS,” ungkap Reza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Reza merekomendasikan beli saham BULL dengan target harga Rp470-Rp500 per saham, IATA Rp128-Rp138 per saham, dan SSIA Rp1.780-Rp1.870 per saham.