Pasar Asia Menguat Usai AS Lipatgandakan Pembelian Kembali Obligasi

Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:07:03 WIB

JAKARTA – Pasar saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan secara menyeluruh pada hari Kamis usai kebijakan Departemen Keuangan AS yang menambah volume pembelian kembali obligasi jangka panjang berhasil mengurangi tekanan imbal hasil global, di samping sektor semikonduktor yang melesat tajam usai sempat terpuruk pada hari sebelumnya.

Bursa Korea Selatan mencatatkan kenaikan tertinggi dengan lonjakan KOSPI yang menyentuh hampir 6%, sementara indeks di Jepang dan Hong Kong turut bergerak di zona hijau.

Pemerintah AS melalui Departemen Keuangan mengumumkan rencana penggandaan nilai transaksi pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi minimal $4 miliar dalam setiap operasinya mulai September mendatang, sebagai respons atas lonjakan imbal hasil obligasi tenor 30 tahun ke tingkat tertinggi sejak tahun 2007. Kebijakan tersebut sukses menekan imbal hasil tenor 30 tahun turun kisaran 1 basis poin menuju 5,18%, serta mendorong penurunan imbal hasil tenor 10 tahun ke level sekitar 4,63%.

Pada sesi perdagangan Asia, Nasdaq 100 Futures terangkat mendekati 0,6%, sedangkan S&P 500 Futures naik sebesar 0,2%. Di sisi lain, Indeks MSCI AC Asia Pacific tumbuh kisaran 1,4% sekaligus menghentikan tren penurunan yang sempat berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Langkah intervensi tersebut memberi angin segar di tengah keresahan investor atas melonjaknya biaya pinjaman pemerintah yang memicu kekhawatiran terkait inflasi, besarnya penerbitan surat utang, hingga kebutuhan dana yang masif untuk ekspansi investasi kecerdasan buatan.

Sejumlah pengamat menilai keputusan Departemen Keuangan AS mampu menyuntikkan likuiditas jangka pendek pada segmen pasar tenor panjang, meski para pelaku pasar masih mengantisipasi tingginya premi jangka akibat besarnya beban fiskal.

Reporter: Akbar