Tarif Pengiriman Naik 22 Persen, DBS Revisi Target Harga Maersk

Ilustrasi Tarif pengiriman Maersk naik 22 persen secara tahunan pada kuartal II 2024. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:07:44 WIB

JAKARTA – A.P. Moller-Maersk menjadi sorotan setelah DBS menaikkan target harga perusahaan pengiriman kontainer asal Denmark tersebut. Keputusan itu didorong tarif pengiriman kuartal II yang lebih kuat dari perkiraan dan ekspektasi bahwa tarif tinggi bertahan hingga akhir 2026.

DBS mempertahankan peringkat “hold” untuk Maersk, tetapi menaikkan target harga menjadi DKK17.123 dari DKK14.030.

DBS juga meningkatkan target harga pesaing Maersk, Hapag-Lloyd, menjadi €117 dari €114.

Perusahaan pengiriman kontainer mencatat kinerja kuartal II yang kuat karena tarif pengiriman tinggi menopang pendapatan. Maersk secara khusus memperoleh manfaat dari kenaikan tarif 22% secara tahunan, dibandingkan kenaikan 9% pada Hapag-Lloyd.

Perbedaan tersebut penting karena pendapatan Maersk sangat sensitif terhadap tarif pengiriman. DBS memperkirakan perubahan US$100 pada tarif pengiriman dapat memengaruhi EBIT tahunan Maersk sekitar US$1,3 miliar.

DBS memperkirakan tarif pengiriman tinggi dapat bertahan hingga akhir 2026. Kondisi ini akan mendukung pendapatan Maersk dan operator kontainer lainnya.

Namun, bank tersebut melihat potensi hambatan pada 2027 seiring masuknya tambahan kapasitas pengiriman ke pasar. Pembukaan kembali jalur Laut Merah juga berpotensi mengurangi sejumlah kendala pasokan yang selama ini membantu mempertahankan tarif pengiriman tinggi.

Karena itu, Maersk dan Hapag-Lloyd dinilai memiliki valuasi yang relatif memadai meskipun prospek pendapatannya lebih kuat. DBS pun mempertahankan peringkat “hold” untuk kedua perusahaan tersebut.

Kinerja kuartal II Maersk menegaskan kuatnya kondisi tarif pengiriman saat ini. Tarif spot Ocean yang lebih tinggi menopang pendapatan perusahaan dan mendorong Maersk menaikkan proyeksi tahunannya untuk 2026.

 

Reporter: Ibtihal