Produsen Chip Dorong Saham Asia, Harga Minyak dan Fed Diwaspadai

Ilustrasi Saham Asia menguat pada Senin (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 07 September 2026 | 19:33:54 WIB

JAKARTA – Saham-saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan pada hari Senin, didorong oleh kenaikan signifikan pada saham sektor teknologi seiring tingginya optimisme terhadap permintaan kecerdasan buatan (AI) yang mendongkrak saham produsen chip. Meski demikian, data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan serta kenaikan harga minyak kembali membuat para pelaku pasar bersikap waspada terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Penguatan tersebut terjadi setelah sesi perdagangan yang bervariasi di Wall Street pada hari Jumat, ketika mayoritas saham AS melorot usai data penggajian bulan Agustus tercatat naik sebesar 162.000, melampaui ekspektasi dan memperkuat alasan bagi Federal Reserve untuk menerapkan kebijakan yang lebih hawkish.

Pasar keuangan AS tutup pada hari Senin dalam rangka libur Hari Buruh, sehingga futures indeks saham AS diperdagangkan dengan jadwal terbatas dan membuat likuiditas menjadi lebih tipis. Di pasar Asia, Nasdaq 100 futures tercatat menguat 0,3 persen, sedangkan S&P 500 futures relatif stagnan.

Laporan ketenagakerjaan tersebut memang berdampak positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi global, namun di sisi lain mempersempit ruang gerak The Fed dalam melonggarkan kebijakan moneter. Hal ini membuat laporan harga konsumen AS pada hari Jumat menjadi perhatian utama yang dapat menentukan arah keputusan suku bunga pada September, di tengah tingginya imbal hasil Treasury yang terus memperketat kondisi keuangan.

Indeks MSCI Asia Pacific mencatatkan kenaikan sebesar 1,1 persen, sementara indeks acuan yang lebih luas di luar Jepang menguat sekitar 0,9 persen. KOSPI Korea Selatan melesat 3,4 persen dan Nikkei 225 Jepang turut naik sebesar 1,9 persen.

Pasar Korea Selatan memimpin penguatan kawasan dengan kenaikan saham SK Hynix sebesar 6,1 persen dan Samsung Electronics sebesar 4 persen. Reli saham chip ini menyusul penguatan saham sektor serupa di AS setelah OpenAI merilis GPT-6 Astra, yang kembali membakar optimisme pasar terhadap kebutuhan infrastruktur AI.

Di Jepang, saham Kioxia melambung 7,6 persen, TDK menguat 2,5 persen, dan Murata Manufacturing melonjak 4,3 persen. Sementara itu, Taiwan Semiconductor Manufacturing naik 1,5 persen, LG Innotek menguat 4,5 persen, serta Luxshare Precision bertambah 2,6 persen. Namun, Largan justru bergerak melawan arah dengan melemah 9,5 persen, diikuti Sony yang terkoreksi 2,6 persen.

Pergerakan saham Foxconn cenderung stabil meskipun perusahaan menyampaikan operasional pada kuartal ketiga diproyeksikan bakal melampaui ekspektasi pasar seiring kuatnya permintaan AI serta tingginya penjualan teknologi informasi dan komunikasi di musim puncak sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pendapatan perusahan pada bulan Agustus melonjak 52 persen secara tahunan hingga mencapai rekor T$921,8 miliar, yang merupakan bulan kedua berturut-turut berada di atas level T$900 miliar.

Di saat yang sama, harga minyak dunia turut menambah kekhawatiran terhadap inflasi setelah AS melakukan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak Iran pada akhir pekan lalu sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS.

Pemerintah Iran mengancam akan menetapkan kawasan terbatas di luar Selat Hormuz, yang berisiko meningkatkan potensi gangguan pada rantai pasokan energi. Harga minyak mentah jenis Brent menguat 0,2 persen menjadi $96,45 per barel, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate terangkat 0,4 persen ke posisi $91,85.

Pergerakan pasar saham China dan India terpantau bervariasi di tengah menguatnya dukungan kebijakan pemerintah. Indeks CSI 300 China menguat 0,2 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong justru melemah 1,2 persen.

Saham-saham teknologi China bergerak variatif: Xiaomi mengalami penurunan 3,9 persen, Baidu merosot 5,6 persen, JD.com terkoreksi 1,5 persen, Meituan turun 1,9 persen, dan Tencent melemah 0,8 persen; di sisi lain, MiniMax menguat 4,9 persen diiringi kenaikan pada sejumlah saham produsen perangkat keras.

Pemerintah Beijing mengumumkan langkah rekapitalisasi skala luas senilai 360 miliar yuan bagi bank-bank serta perusahaan asuransi milik negara, termasuk penerbitan obligasi Treasury khusus senilai 300 miliar yuan guna memperkuat sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit di tengah perlambatan ekonomi.

Indeks Nifty 50 India menguat 0,1 persen, sedangkan GIFT Nifty futures memberikan sinyal awal positif setelah mencatatkan penurunan mingguan selama empat kali berturut-turut. Para investor juga sedang mengamati penerapan aturan baru pada sesi pra-pembukaan yang mendekati mekanisme sesi lelang penutupan, yang sebelumnya sempat memicu fluktuasi tajam di sekitar penutupan indeks Sensex.

Reporter: Akbar