FTSE 100 Stagnan di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Ilustrasi saham inggris (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 08 September 2026 | 21:30:41 WIB

JAKARTA – Saham-saham Inggris diperdagangkan stagnan pada hari Selasa karena gangguan pelayaran di Selat Hormuz dan serangan terbaru Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi membuat investor berhati-hati menjelang pekan yang padat dengan data ekonomi.

FTSE 100 naik 0,02% pada pukul 14:28 WIB. DAX Jerman turun 0,15% dan CAC 40 Prancis melemah 0,27%.

Pound sterling turun 0,03% ke level 1,3535 terhadap dolar.

Pasukan Houthi menyerang beberapa fasilitas energi di wilayah selatan Arab Saudi pada awal hari Selasa, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Energi Arab Saudi, yang melaporkan kebakaran di beberapa lokasi dan korban luka di antara personel.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa 73 orang, termasuk wanita dan anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangan Houthi terbaru terhadap lokasi sipil dan ekonomi, menyebut serangan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data pengiriman yang dikompilasi oleh Kpler menunjukkan tujuh kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada hari Senin, turun dari delapan kapal sehari sebelumnya, dengan rata-rata 10 hari sebesar 10 kapal — level terendah sejak Mei.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyampaikan kepada media AS bahwa pembukaan kembali selat tersebut tetap menjadi prioritas utama, seraya memperingatkan akan terjadinya "bencana industri" jika krisis ini terus berlanjut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penasihat keuangan perdana menteri Irak, Mazhar Muhammad Salih, menyatakan bahwa diversifikasi jalur pipa kini menjadi "strategi negara" resmi untuk melindungi volume ekspor negara tersebut yang mencapai sekitar 3,4 juta barel per hari sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penjabat Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Majid Ibn Reza, mengatakan kepada stasiun penyiaran negara IRIB bahwa Teheran memiliki teknologi untuk menyerang kapal perang AS yang menegakkan blokade laut.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan Washington akan mengambil "langkah-langkah tegas," dengan berjanji tidak akan membiarkan Iran "menyandera perekonomian global" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar