Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah Meninggal Dunia
INSIDERINDONESIA.COM — Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansah meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan Humas BNPB melalui keterangan resmi, Minggu (20/9/2026). Jarwansah dikenal sebagai sosok berintegritas dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian kemanusiaan di seluruh pelosok negeri.
Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., mengembuskan napas terakhir saat masih menjabat sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB. Kabar tersebut dikonfirmasi melalui keterangan resmi yang dibagikan Humas BNPB.
“BERITA DUKA CITA. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Segenap Keluarga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Bapak Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., - Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB,” bunyi keterangan Humas BNPB, Minggu (20/9/2026).
Jejak Pengabdian di Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Selama bertugas, Jarwansah menangani pemulihan wilayah pascabencana, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. Lingkup kerjanya mencakup daerah-daerah yang baru saja dilanda gempa, banjir, hingga letusan gunung berapi.
BNPB menyebut Jarwansah sebagai pribadi yang berintegritas, pekerja keras, dan berdedikasi tinggi. Penilaian itu disampaikan langsung oleh institusi tempatnya mengabdi selama ini.
“Terima kasih atas segala darma bakti dan pengabdian Bapak. Jejak kebaikan Bapak akan selalu kami kenang. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima segala amal sholeh beliau dan menempatkannya dalam Surga-Nya. Aamiiin Ya Rabbal 'Alamin,” tulis BNPB dalam keterangan tersebut.
Ucapan Duka dari Keluarga Besar BNPB
Keterangan duka cita itu ditandatangani atas nama seluruh keluarga besar BNPB. Institusi tersebut menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian salah satu pejabat utamanya.
Jarwansah meninggalkan jejak panjang di sektor penanggulangan bencana, khususnya pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang menjadi tanggung jawabnya. Fase itu menjadi bagian krusial dalam siklus penanganan bencana, yakni memulihkan wilayah yang sudah melewati masa tanggap darurat.
Hingga keterangan resmi itu dirilis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pemakaman maupun prosesi penghormatan terakhir. BNPB juga belum menyampaikan keterangan soal siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.