Breaking

Daftar Mitra Terpilih Proyek PSEL Tahap Dua Danantara

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 14 Juli 2026
Daftar Mitra Terpilih Proyek PSEL Tahap Dua Danantara
ILUSTRASI, Daftar mitra terpilih proyek PSEL tahap dua Danantara resmi diumumkan dengan penunjukan bersyarat. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Danantara Indonesia lewat PT Danantara Investment Management (DIM) serta PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah merilis daftar mitra terpilih untuk pembangunan dan pengelolaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE). Proyek ini direncanakan berjalan di 8 lokasi pengembangan yang menjangkau 20 kabupaten/kota.

Penunjukan mitra terpilih di tiap-tiap lokasi tersebut untuk saat ini masih bersifat bersyarat (conditional) serta tunduk pada pemenuhan seluruh regulasi pengadaan yang berlaku. Adapun, mereka yang terpilih sebagai mitra pada seleksi tahap 2 ini adalah sebagai berikut:

Dari daftar tersebut, entitas kepunyaan konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Waste Energy bersama konsorsium Masa Depan Energi Indonesia dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc., turut masuk sebagai mitra terpilih.

Bukan hanya entitas milik Prajogo, perusahaan di bawah naungan Grup Bakrie yakni PT Bakrie Power yang tergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Ltd juga terpilih sebagai mitra setelah bersaing dengan sejumlah korporasi papan atas di industri pengelolaan limbah dan WtE global.

Raksasa bisnis lainnya yang ikut bergabung adalah afiliasi dari Grup Pertamina, yaitu Pertamina New & Renewable Energy (NRE) atau Pertamina Power Indonesia. 

Dari total 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek. Berdasarkan hasil evaluasi, masing-masing lokasi telah memiliki Mitra Terpilih dan Mitra Cadangan, dengan ketentuan Mitra Terpilih bakal memperoleh Conditional Letter of Award (CLoA).

CLoA sendiri bertindak sebagai penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang serta pengelola PSEL. Pihak yang terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah seluruh kriteria di dalam CLoA terpenuhi secara lengkap. 

Sementara itu, Mitra Cadangan disiapkan sebagai mekanisme alternatif jika Mitra Terpilih tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir mengutarakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan WtE terkemuka di tingkat global menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.

"Kami melihat, ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” jelas dia sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (13/7/2026).

Di tengah ketatnya persaingan dengan korporasi-korporasi global tersebut, peran pelaku usaha dari dalam negeri justru terlihat semakin solid. 

Hal ini terbukti dari empat dari delapan Mitra Terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan dari Prancis, dan dua konsorsium lainnya dipimpin oleh perusahaan asal Tiongkok. 

Hasil seleksi pada tahap ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin konsorsium (consortium lead) paling banyak.

Seluruh konsorsium tersebut kemudian berkolaborasi dengan mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan sektor industri nasional.

Fadli Rahman, Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera, menyebutkan bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara objektif dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional.

Proses penilaian tersebut mencakup aspek rekam jejak pada proyek PSEL, kapasitas keuangan, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang serta pengalaman eksekusi di wilayah Indonesia.

"Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi," ujar Fadli sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Setelah diterbitkannya CLoA, masing-masing Mitra Terpilih wajib memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Final Letter of Award, termasuk penyusunan Feasibility Study yang disetujui oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company, perampungan dokumen komersial, serta pemenuhan persetujuan pembiayaan.

Seleksi mitra PSEL putaran kedua ini merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dijalankan secara bertahap. 

Sebelumnya, pengerjaan proyek Tahap Pertama telah resmi dimulai melalui Peresmian Pembangunan PSEL Denpasar Bali pada 8 Juli 2026, setelah melewati proses seleksi mitra bersama proyek Kota Bekasi dan Bogor Raya.

Sementara itu, pembangunan proyek PSEL di Kota Bekasi serta Bogor Raya direncanakan bakal segera diresmikan dalam waktu dekat. 

Seluruh proyek yang telah memasuki tahap implementasi ini selanjutnya akan dikembangkan serta dijalankan oleh Denera, platform pengembangan PSEL dan pengelolaan sampah terintegrasi di bawah DIM, bersama para mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL yang telah resmi ditetapkan sesuai tahapan pengadaan yang berlaku.

Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyelesaian krisis penanganan sampah, namun juga memberikan dampak positif bagi ekonomi serta lingkungan melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja hijau, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan ekosistem industri pengelolaan sampah nasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua