Breaking

Laba Bersih Pupuk Indonesia Naik 253 Persen Capai Rp8,51 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 14 Juli 2026
Laba Bersih Pupuk Indonesia Naik 253 Persen Capai Rp8,51 Triliun
ILUSTRASI, Laba bersih Pupuk Indonesia naik 253 persen menjadi Rp8,51 triliun pada paruh pertama 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp8,51 triliun pada paruh pertama tahun 2026, atau mengalami lonjakan sebesar 253% secara year-on-year (yoy). Kenaikan signifikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan serta efisiensi operasional yang merupakan buah dari transformasi bisnis perseroan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa pencapaian positif ini diperoleh berkat penerapan transformasi bisnis yang menyeluruh, kedisiplinan dalam melakukan efisiensi biaya, serta pelaksanaan operational excellence di bawah pengawasan Danantara Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tetapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Pupuk Indonesia sukses membukukan pendapatan sebesar Rp59,67 triliun, atau tumbuh sebesar 51% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Di samping itu, EBITDA perusahaan juga terangkat 140% menjadi Rp14,28 triliun sejalan dengan bertambahnya volume produksi serta efisiensi pengeluaran operasional.

Rahmad memaparkan bahwa langkah transformasi yang dilakukan turut memperkokoh daya tahan bisnis perseroan lewat diversifikasi sumber pendapatan dengan cara memaksimalkan kontribusi dari sektor non-subsidi serta produk non-pupuk. 

Pupuk Indonesia juga memperluas jaringan pasokan sekaligus skema kontrak bahan baku demi meminimalisasi dampak ketidakpastian harga komoditas di tingkat global.

Proses transformasi ini didukung pula oleh simplifikasi tata kelola melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Menatap ke depan, pihak Pupuk Indonesia tengah mempersiapkan proyek revitalisasi terhadap 7 pabrik dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. 

Selain itu, mereka juga akan melebarkan sayap ke beberapa lini bisnis baru, seperti produk metanol beserta turunannya, clean ammonia, hingga industrial support.

Dari segi penugasan pelayanan publik, Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 8,11 juta ton pupuk bersubsidi di sepanjang tahun 2025, angka ini naik 10,68% dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara itu, per tanggal 12 Juli 2026, realisasi pendistribusian pupuk bersubsidi telah menyentuh angka 5,13 juta ton, atau setara dengan 52% dari total alokasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 9,8 juta ton.

Menurut Rahmad, perusahaan bakal terus mengawal keberlanjutan tren pertumbuhan kinerja ini melalui efisiensi serta optimalisasi pemanfaatan aset agar senantiasa mampu menyuplai kebutuhan pupuk di dalam negeri sekaligus menangkap peluang di pasar internasional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Bagi kami, keberlanjutan laba bukan soal mengejar angka tertinggi tiap tahun, tetapi memastikan fondasi yang cukup kuat untuk tetap tumbuh meski kondisi global berubah-ubah. Ketahanan bisnis kami bukan hanya soal bertahan dari gejolak industri, tetapi juga memastikan pertumbuhan ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil dan petani di akar rumput," pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua