Breaking

Dampak Lipstick Effect Terbatas Bagi Kinerja Mandom Indonesia

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 14 Juli 2026
Dampak Lipstick Effect Terbatas Bagi Kinerja Mandom Indonesia
ILUSTRASI, PT Mandom Indonesia mencatat penurunan penjualan bersih pada kuartal I/2026 dibandingkan tahun sebelumnya. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Mandom Indonesia Tbk. (TCID), produsen merek perawatan pribadi seperti Gatsby, Pixy, dan Pucelle menilai prospek industri kecantikan di Indonesia masih menjanjikan seiring besarnya pasar konsumen domestik. Namun, perseroan mengakui pelemahan daya beli masyarakat dan semakin ketatnya persaingan masih menjadi tantangan utama dalam mendongkrak kinerja sepanjang 2026.

Sekretaris Perusahaan TCID Alia Dewi mengatakan Indonesia masih memiliki basis konsumen yang besar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Namun di sisi lain, lanjutnya, persaingan dalam memperebutkan alokasi belanja konsumen semakin sengit, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"Indonesia memiliki pasar konsumen yang luas dan terus bertumbuh. Ini merupakan potensi yang besar untuk industri konsumen. Namun, persaingan juga semakin ketat untuk alokasi budget konsumen. Kami melihat prospek industri kecantikan Indonesia akan semakin berkembang ke depannya dan ini juga sejalan dengan kompetisi yang akan semakin ketat,"

Menurut Alia, kondisi makroekonomi membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya sehingga berdampak terhadap penjualan produk perawatan pribadi dan kosmetik. 

Kondisi tersebut tercermin dari kinerja TCID per kuartal I/2026 yang mencatat penjualan bersih senilai Rp513,65 miliar atau lebih rendah dibandingkan Rp551,24 miliar di kuartal I/2025.

Sementara laba tahun berjalan tercatat senilai Rp26,17 miliar, atau lebih rendah dibandingkan Rp30,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Alia menyebut kinerja pada kuartal I/2026 masih berada di bawah ekspektasi akibat melambatnya permintaan konsumen. Meski demikian, perusahaan belum dapat mengungkapkan target kinerja hingga akhir tahun. 

Saat ini, penjualan TCID masih ditopang oleh kategori utama, yakni produk penata rambut (hairstyling), wewangian (fragrance), dan kosmetik.

Dampak Lipstick Effect Terbatas

Alia juga menyoroti fenomena lipstick effect yang kerap muncul saat kondisi ekonomi melemah, yakni kecenderungan konsumen membeli barang-barang kecil sebagai bentuk hiburan atau penghargaan diri. 

Namun, menurutnya, fenomena tersebut tidak otomatis menguntungkan industri kecantikan karena preferensi setiap konsumen berbeda, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"Fenomena lipstick effect memang ada, tetapi tidak berarti seluruh anggaran dialokasikan untuk produk kecantikan saja. Konsumen memiliki preferensi masing-masing untuk memanjakan diri sehingga budget tersebut terbagi ke berbagai pos pengeluaran,"

Dia menambahkan, perilaku tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Ketika kondisi ekonomi membaik, konsumen diyakini akan kembali mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan dengan nilai yang lebih besar.

Selain tantangan daya beli, TCID juga mencermati semakin ketatnya persaingan di industri kecantikan nasional. Perseroan menilai kompetisi kini tidak hanya datang dari merek lokal, tetapi juga produk impor yang semakin agresif memasuki pasar Indonesia. 

Bahkan, sejumlah merek asing mulai mempertimbangkan membangun fasilitas produksi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing melalui efisiensi biaya.

Sementara itu, untuk menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi biaya produksi, perusahaan terus memantau perkembangan harga bahan baku serta menerapkan strategi diversifikasi pemasok (multi supplier). Perseroan juga secara rutin memonitor harga jual produk di pasar agar tetap kompetitif.

Alia mengungkapkan tiga risiko utama yang menjadi perhatian perusahaan saat ini, yakni pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan baku, dan semakin ketatnya kompetisi pasar. 

Sebagai respons, TCID memperkuat ketersediaan produk di berbagai kanal distribusi agar menjangkau lebih banyak konsumen. Perseroan juga mempercepat peluncuran produk baru, terus mengikuti perubahan tren pasar, serta menyesuaikan strategi pemasaran dan promosi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua