HRTA Bidik Pendapatan Rp 70 Triliun Lewat Ekspansi Gerai
JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) merasa optimistis dapat mengukir kinerja yang gemilang pada tahun 2026. Guna mencapai target pertumbuhan performa tahun ini, baik dari segi pendapatan (top line) maupun laba bersih (bottom line), HRTA bakal memaksimalkan langkah inovasi sekaligus ekspansi jaringan gerai.
Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda, memaparkan bahwa emiten ini berniat memperluas jaringan distribusinya dengan menambah gerai hingga mencapai 100 toko. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menjelaskan:
"Di sisi lain, kami juga memprioritaskan para mitra toko emasnya di seluruh Indonesia agar dapat menjangkau mereka secara lebih efektif," jelasnya, Jumat (10/7/2026).
Pada aspek produk, HRTA pun terus memacu performa dari produk Emasku® Amanah seiring dengan tren kenaikan kebutuhan perjalanan ibadah umrah.
Produk yang diluncurkan pada akhir tahun 2025 tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyiapkan dana ibadah umrah secara terencana serta terukur lewat program menabung emas secara bertahap.
Dalam menghadirkan produk ini, Hartadinata Abadi menjalin kemitraan bersama salah satu biro perjalanan umrah yang tepercaya.
Thendra menuturkan, pihak korporasi melihat adanya reaksi yang positif dari pasar atas berbagai penawaran promo menarik yang mereka tawarkan.
Hal tersebut dibuktikan oleh penjualan produk Emasku® Amanah yang sukses mencatatkan pertumbuhan hingga double digit sepanjang periode semester I-2026. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia mengimbuhkan:
"Pencapaian ini turut menyumbang kontribusi terhadap pendapatan tahunan perusahaan," imbuh Thendra.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa Hartadinata Abadi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 100 miliar hingga akhir tahun ini.
Dana capex tersebut dialokasikan HRTA untuk membiayai pembangunan gedung perkantoran baru sebagai bentuk perluasan kantor, sekaligus membeli mesin serta peralatan penunjang kegiatan produksi di pabrik.
Melalui strategi beserta alokasi anggaran tersebut, HRTA merasa sangat optimistis mampu mencapai target pendapatan sebesar Rp 70 triliun dengan laba bersih berkisar antara Rp 1,4 triliun sampai Rp 1,5 triliun.
Apabila merujuk pada laporan keuangan di tahun sebelumnya, Hartadinata Abadi sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 44,55 triliun, atau meroket 144,39% secara tahunan (year on year/yoy).
Di sisi lain, perolehan laba bersih perseroan pada tahun 2025 berada di angka Rp 978,49 miliar, atau tumbuh sebesar 121,29% secara tahunan.
Dengan target baru yang dicanangkan tersebut, maka HRTA mengincar pertumbuhan pendapatan di kisaran 57% serta kenaikan laba bersih sekitar 43% hingga 53% untuk tahun ini.
Menurut penilaian Thendra, target yang cukup optimistis ini didasari oleh keyakinan manajemen bahwa permintaan masyarakat akan emas bakal terus melaju, sejalan dengan bertambahnya pemahaman mengenai pentingnya perencanaan finansial jangka panjang. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia melanjutkan:
"Oleh karena itu, kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi agar masyarakat dapat mengakses produk emas dengan lebih mudah, aman, dan nyaman," sambungnya.
HRTA juga menilai bahwa sektor industri emas pada paruh kedua tahun 2026 ini masih menyimpan potensi yang sangat menjanjikan. Selain ditopang oleh fondasi permintaan yang kokoh, perkembangan ekosistem bullion di tanah air juga dianggap memberikan dampak yang positif.
Walaupun demikian, manajemen HRTA tidak menampik adanya kecenderungan penurunan harga emas yang tengah berlangsung saat ini.
Kendati demikian, perseroan menilai koreksi harga tersebut sebagai dinamika pasar yang lumrah terjadi karena dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor berskala global. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menegaskan:
"Dalam jangka panjang permintaan emas akan tetap kuat seiring semakin matangnya ekosistem emas di Indonesia," tandas Thendra.