Breaking

GTP Kendalikan BACH, SAME Tambah Porsi Saham JECX Sebesar 27,97 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 15 Juli 2026
GTP Kendalikan BACH, SAME Tambah Porsi Saham JECX Sebesar 27,97 Persen
ILUSTRASI, PT Global Telekomunikasi Prima resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Bach Multi Global Tbk. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Susunan kepemilikan beberapa emiten yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada pekan kemarin, mulai memperlihatkan pergeseran yang berarti. Dinamika ini meliputi pergantian pemegang saham pengendali di PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), penambahan porsi kepemilikan SAME di PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), sampai dengan tindakan borong saham PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) dalam jumlah besar oleh sebuah perusahaan sekuritas.

Pergeseran yang paling menarik perhatian melanda PT Bach Multi Global Tbk. (BACH). Investor utama mereka, PT Bach Multi Sukses Investama menyerahkan kepemilikan atas 1,042 miliar lembar saham kepada PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

Porsi saham tersebut dialihkan lewat kesepakatan opsi pada tingkat harga Rp442 per lembar saham yang dieksekusi pada 14 Juli 2026. 

Dampaknya, kepemilikan PT Bach Multi Sukses Investama di BACH berkurang hingga tersisa 26,77%. 

Di sisi lain, GTP yang dipahami sebagai entitas anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) resmi bertindak selaku pemegang saham pengendali baru BACH dengan mendekap 2.083.059.300 lembar saham atau setara 51% hak suara.

Peralihan kendali ini menjadi salah satu langkah korporasi awal yang berlangsung selang beberapa hari semenjak BACH resmi memperdagangkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2026.

Perusahaan lainnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) dilaporkan memperbesar nilai investasinya di PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) hanya dalam jangka waktu seminggu semenjak emiten pengelola rumah sakit mata tersebut resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Mengacu pada laporan perubahan kepemilikan saham yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Juli 2026, SAME menaikkan porsi kepemilikan sahamnya di JECX dari semula 846,1 juta lembar saham atau 26,01% menjadi sebanyak 909,89 juta lembar saham atau 27,97%. 

Pertambahan ini terwujud setelah perseroan memborong 63,79 juta lembar saham di pasar reguler dengan tujuan investasi.

Langkah akumulasi tersebut merupakan kelanjutan dari aksi pembelian yang dikerjakan sebelumnya. 

Lewat laporan yang juga dipublikasikan pada 14 Juli 2026, pengelola jaringan Omni Hospitals tersebut sudah lebih awal menaikkan kepemilikannya dari 819,8 juta lembar saham (25,20%) menjadi 846,1 juta lembar saham (26,01%) lewat pembelian sebesar 26,3 juta lembar saham pada periode 8-9 Juli 2026 dengan rentang harga Rp1.660-Rp1.950 per lembar saham. 

Pada pergerakan teranyar, SAME mengeksekusi pembelian secara bertahap pada 10 Juli 2026 dengan tingkat harga berkisar antara Rp1.415-Rp1.435 per lembar saham. 

Menilik dokumen keterbukaan informasi, transaksi pembelian dilakukan dalam beberapa tahapan, di antaranya sebanyak 20 juta lembar saham, 3,53 juta lembar saham, 1,95 juta lembar saham, 1,4 juta lembar saham, serta serangkaian transaksi lainnya.

Sementara itu, aksi pengumpulan saham secara masif juga melanda PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI). PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. mengatrol porsi kepemilikan sahamnya secara tajam dari yang semula hanya 26,52 juta lembar saham atau 1,52% melonjak menjadi 143,56 juta lembar saham atau 8,24%. 

Lonjakan tersebut berasal dari pembelian sebanyak 117,04 juta lembar saham, yang dieksekusi lewat dua tahapan, yakni pada 9 Juli 2026 dengan menyapu 106,84 juta lembar saham pada tingkat harga Rp470 per lembar saham. 

Berikutnya, pada 10 Juli 2026 perseroan kembali membeli 10,2 juta lembar saham pada tingkat harga Rp494 per lembar saham. 

Walaupun porsi kepemilikan saham serta hak suaranya saat ini tergolong cukup besar di EMMI, pihak Yulie Sekuritas Indonesia menegaskan bahwa status mereka bukan sebagai pemegang saham pengendali, serta tidak memiliki rencana untuk mengambil alih pengendalian atas EMMI.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua