Kolaborasi MSIG Life dan Bank Sinarmas Proteksi Penyakit Kritis
JAKARTA – Gangguan kesehatan akibat penyakit kritis seperti kanker dan penyakit jantung tidak sekadar memengaruhi kondisi fisik pasien, tetapi juga berpeluang mengancam kestabilan keuangan keluarga disebabkan oleh besarnya kebutuhan biaya pengobatan serta perawatan yang terus berjalan.
Guna memperlebar opsi proteksi bagi nasabah, MSIG Life menjalin kemitraan dengan Bank Sinarmas untuk merilis produk asuransi jiwa "Smile Critical Prime." Produk ini dipersiapkan guna menghadirkan sokongan dana saat tertanggung diterpa risiko penyakit kritis, sekaligus memelihara keberlangsungan rencana finansial jangka panjang mereka.
"Smile Critical Prime" menawarkan proteksi terhadap penyakit kritis yang disertai dengan manfaat deteksi kanker sejak dini, manfaat meninggal dunia, serta manfaat di akhir periode polis.
Jumlah keseluruhan manfaat yang bisa diperoleh nasabah mencapai 175% dari uang pertanggungan, merujuk pada ketetapan di dalam polis.
Fasilitas pemeriksaan kanker sejak dini dapat dinikmati mulai tahun polis keenam tanpa perlu menunggu hasil diagnosis penyakit kanker terlebih dahulu.
Keberadaan fitur ini dimaksudkan demi mendorong tindakan deteksi dini yang menjadi bagian penting dari penanggulangan risiko kesehatan.
Di samping proteksi atas penyakit kritis, tertanggung yang masih hidup sampai masa asuransi usai dengan status polis yang tetap aktif berhak mendapatkan manfaat akhir polis senilai 100% dari uang pertanggungan.
Produk asuransi ini ditawarkan lewat bermacam opsi rencana (plan), jangka waktu pembayaran premi, hingga masa proteksi yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan serta target keuangan nasabah.
Para nasabah pun tidak perlu membayar premi seumur hidup lantaran jangka waktu pembayaran ditentukan oleh opsi yang dipilih dalam polis.
Chief Partnership Distribution Officer MSIG Life, Inasari Andayani Atmodjo mengemukakan bahwa produk ini disasarkan kepada para nasabah yang berkeinginan mempertahankan kestabilan finansial dari imbas risiko penyakit kritis.
"Kami merancang Smile Critical Prime bagi nasabah yang telah membangun stabilitas finansial dan kini ingin menjaganya tetap kokoh menghadapi risiko penyakit kritis," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan penuturan Inara, keberadaan proteksi asuransi mampu menyokong nasabah agar tetap berkonsentrasi pada sasaran hidup serta rencana finansial yang telah dirancang sebelumnya, sekalipun diperhadapkan pada kondisi kesehatan yang tidak terduga.
Retail Banking Director Bank Sinarmas, Miko Andidjaja mengutarakan bahwa kolaborasi ini menyempurnakan portofolio solusi finansial yang dihadirkan perusahaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan proteksi terhadap ancaman penyakit kritis.
"Hal ini menjawab kebutuhan nasabah kami yang semakin beragam, khususnya perlindungan atas risiko penyakit kritis," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Miko turut menaruh harapan agar produk asuransi tersebut dapat meminimalkan potensi beban finansial nasabah sewaktu berhadapan dengan penyakit serius, sehingga program keuangan jangka panjang yang telah dicanangkan bisa terus bergulir.
Lewat skema kerja sama bancassurance, pihak perbankan memegang peran sebagai saluran pemasaran, sementara aspek proteksi serta pengelolaan polis berada di bawah kewenangan perusahaan asuransi sesuai aturan yang berlaku.
Para nasabah diimbau untuk mempelajari serta memahami seluruh manfaat, risiko, pengecualian, masa tunggu, beserta prosedur klaim sebelum melakukan keputusan pembelian produk.
Produk "Smile Critical Prime" kini telah didistribusikan melalui jaringan kantor cabang Bank Sinarmas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Walakin, nasabah disarankan untuk tetap mencermati manfaat, pengecualian, masa tunggu, komponen biaya, hingga syarat dan ketentuan klaim yang tertera dalam polis sebelum menetapkan pilihan untuk membeli produk proteksi ini.