Breaking

WOM Finance Rilis Obligasi 2,3 Triliun Rupiah di Semester I-2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 16 Juli 2026
WOM Finance Rilis Obligasi 2,3 Triliun Rupiah di Semester I-2026
ILUSTRASI, WOM Finance menerbitkan obligasi senilai Rp 2,3 triliun pada semester pertama 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) merealisasikan penerbitan obligasi dengan nilai mencapai Rp 2,3 triliun sepanjang Semester I-2026. Secara mendetail, jumlah total penerbitan itu bersumber dari Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026 dengan nilai Rp 1,5 triliun.

"Selain itu, Obligasi Berkelanjutan VI WOM Finance Tahap I Tahun 2026 senilai Rp 784 miliar," ujar Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa, Kamis (16/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Cincin menjelaskan bahwa target dari pelaksanaan penerbitan obligasi ini adalah demi menunjang aktivitas operasional beserta pengembangan bisnis perusahaan ke masa depan.

Lebih jauh lagi, Cincin menjelaskan perusahaan bakal tetap mengkaji rencana emisi obligasi untuk waktu yang akan datang. Akan tetapi, proses penerbitannya bakal dilakukan secara lebih selektif serta lebih strategis. 

Dia juga menuturkan bahwa peningkatan suku bunga acuan yang tinggi menjadi bahan pertimbangan dalam mengeksekusi penerbitan obligasi. Untuk diketahui, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 5,75%.

"Kenaikan suku bunga acuan yang tinggi dapat membuat multifinance lebih berhati-hati dalam menerbitkan obligasi," tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai arah pergerakan kupon obligasi, Cincin memaparkan bahwa kupon mempunyai kecenderungan meningkat lantaran suku bunga acuan juga mengalami peningkatan. 

Di samping faktor suku bunga acuan, ia menyebutkan sejumlah aspek yang ikut memengaruhi dinamika tren kupon meliputi kondisi likuiditas di pasar, tingkat inflasi, animo para investor, serta peringkat (rating) yang dimiliki perusahaan.

Perlu diketahui, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyatakan bahwa ritme penerbitan surat utang oleh sektor multifinance menunjukkan tren perlambatan pada tahun ini jika dikomparasikan dengan tahun lalu.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengungkapkan perihal tersebut dapat dicermati dari total nilai penerbitan surat utang industri multifinance hingga bulan Juni 2026 yang berada di angka Rp 12,93 triliun.

"Angka itu masih jauh di bawah realisasi penuh pada 2025 yang sebesar Rp 38,18 triliun. Jika angka Semester I-2026 disetahunkan secara sederhana, nilainya menjadi sekitar Rp 25,86 triliun, atau lebih rendah sekitar 32,3% dibandingkan dengan realisasi penuh 2025," ucapnya kepada Kontan, sebagaimana dilansir dari berita sourcing.

Ahmad pun mengutarakan bahwa gejala penurunan kecepatan ini terhitung lumrah mengingat sektor multifinance tengah berhadapan dengan dua tekanan yang saling bertolak belakang. 

Ia memaparkan di satu sisi kebutuhan terhadap pendanaan baru tetap berjalan lantaran piutang pembiayaan masih memperlihatkan pertumbuhan.

Di sisi lain, aspek pemicu lainnya yaitu lonjakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang menuju level 5,75% mengakibatkan beban pendanaan (cost of fund) menjadi semakin tinggi.

"Dengan demikian, perusahaan pembiayaan cenderung lebih selektif dalam menentukan waktu, tenor, dan besaran penerbitan obligasi," ungkap Ahmad, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua