Laba BTN Tumbuh 40,8 Persen pada Semester 1 2026 Tembus Rp2,4 Triliun
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menorehkan performa keuangan yang positif dengan capaian pertumbuhan yang sangat gemilang pada paruh pertama tahun ini. Sampai dengan Juni 2026, bank berkode saham BBTN tersebut sukses mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp 2,4 triliun, melonjak signifikan sebesar 40,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Merujuk pada materi paparan kinerjanya, perolehan laba bersih tersebut salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank yang mampu merangkak naik 9,97% yoy menjadi Rp 34,85 triliun.
Uniknya, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank sebenarnya mengalami penurunan sebesar 8% yoy menjadi Rp 8,59 triliun.
Hal ini terjadi karena pendapatan bunga bank menyusut 11,8% yoy menjadi Rp 16,31 triliun, sementara beban bunganya juga ikut berkurang sebesar 15,7% yoy menjadi Rp 7,72 triliun.
Tampaknya, perkembangan ini merefleksikan penurunan suku bunga sebagai wujud transmisi di tengah masa suku bunga acuan yang rendah pada beberapa bulan yang lalu.
Beralih ke pos operasional, pendapatan non-bunga bank sejatinya turut terkontraksi sebesar 3,3% yoy menjadi Rp 1,83 triliun. Walau demikian, bank terpantau mulai memotong biaya pencadangannya hingga 61,3% yoy menjadi Rp 1,41 triliun.
Faktor inilah yang menjadi salah satu pendorong utama melesatnya laba operasional bank sebesar 42,2% yoy menjadi Rp 3,08 triliun.
Dilihat dari fungsi intermediasi, penyaluran kredit bank juga mampu tumbuh di level dua digit pada periode ini, yakni sebesar 11,2% yoy menjadi Rp 418,11 triliun. Sejalan dengan itu, total aset bank pada paruh pertama ini ikut terkerek naik 12,4% yoy menjadi Rp 545,16 triliun.
Sementara itu, kualitas kredit berhasil ditekan menjadi 3,1% dari posisi 3% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Selaras dengan pencapaian tersebut, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bank mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,6% yoy menjadi Rp 433 triliun.