Pertamina Kembangkan Konservasi Mangrove Kariangau, Jenis Burung Naik 48 Persen
INSIDERINDONESIA.COM — Program Revitalisasi Mangrove (PORTAL) yang dijalankan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) di wilayah operasional Shorebase Tanjung Batu (PSTB), Kariangau, Balikpapan Barat, menunjukkan hasil nyata. Hasil monitoring dan evaluasi terbaru mengungkapkan kekayaan flora dan fauna di kawasan konservasi itu meningkat drastis dalam empat tahun terakhir.
Nasruli, Vice President HSSE PTK, mengungkapkan program yang berjalan sejak 2022 ini dirancang untuk menjaga fungsi ekologis, ekonomi, dan fisik hutan bakau. Kawasan pesisir yang sehat menjadi prioritas perusahaan yang bergerak di industri maritim ini, baik untuk mencegah abrasi maupun mendukung keseimbangan lingkungan.
“Program PORTAL merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian alam yang dikembangkan PTK sejak tahun 2022, sekaligus menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), PTK Shorebase Tanjung Batu juga menjalankan monitoring dan evaluasi kawasan mangrove untuk mengukur dampak nyata atas program tersebut,” jelas Nasruli, Senin (24/8).
Data Biodiversitas: Burung Melonjak, Flora Bertambah 61 Persen
Berdasarkan hasil evaluasi, tim menemukan 49 jenis satwa dari 33 famili di kawasan mangrove seluas puluhan hektare tersebut. Peningkatan tertinggi terjadi pada populasi burung yang tumbuh 48 persen, dari 25 jenis pada 2022 menjadi 37 jenis pada evaluasi 2026.
Selain burung, keragaman herpetofauna—amfibi dan reptil—bertambah dari 6 menjadi 9 jenis. Sementara itu, mamalia tercatat naik dari 2 menjadi 3 jenis. Kelompok flora juga menunjukkan tren serupa dengan pertumbuhan 61 persen, dari 13 jenis pada 2022 menjadi 21 jenis pada 2026.
Spesies Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) dan Api-api Hitam (Avicennia alba) mendominasi kawasan tersebut. Kedua jenis mangrove ini berperan penting sebagai penstabil substrat dan penyerap karbon, dengan habitus pohon mendominasi hingga 57 persen dari total vegetasi yang ada.
Metode Ilmiah dan Peran Strategis Kawasan Pesisir
Evaluasi program dilakukan menggunakan pendekatan ilmiah terpadu. Tim lapangan menerapkan metode jalur berpetak (line transect), Point Count/Indices Point of Abundance (IPA), Visual Encounter Survey (VES), serta pemasangan kamera jebak (camera trap) di empat formasi kluster alami mangrove.
Empat kluster yang dipantau meliputi Kluster Sonneratia, Kluster Sonneratia–Avicennia, Kluster Avicennia–Rhizophora, dan Kluster Rhizophora. Pembagian kluster ini memungkinkan PTK memantau kesehatan ekosistem secara presisi di setiap zona pertumbuhan mangrove.
“Melalui temuan ini, PTK terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian ekosistem secara berkelanjutan, melindungi habitat alami satwa endemik, serta menciptakan lingkungan yang sehat agar tercipta keseimbangan ekologis yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan di sekitarnya,” tambah Nasruli.
PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Logistics PT Pertamina International Shipping yang mengoperasikan ratusan armada kapal di berbagai wilayah strategis Indonesia. Perusahaan ini mengedepankan ketepatan waktu dan keselamatan dengan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen, mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase.
Keberhasilan konservasi di Kariangau ini menegaskan bahwa kawasan industri maritim dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Bagi masyarakat Balikpapan, hutan mangrove yang sehat berarti perlindungan alami dari abrasi serta habitat bagi satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Kalimantan Timur.